Launching Festival Lingkungan, Walikota MJL: Mari Jaga Alam, Pantai dan Bawah Laut Kita

oleh

Loading

IMG-20200918-WA0224
BITUNG, MediaManado.com – Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) mengajak masyarakat, termasuk komunitas pecinta alam, pantai dan bawah laut untuk tidak pernah berhenti menjaga, merawat bahkan membersihkannya sebagai kekayaan milik daerah yang nantinya bisa berkembang menjadi destinasi pariwisata Kota Bitung.

Demikian disampaikan Walikota MJL saat melaunching Festival Lingkungan sekaligus Roadshow Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) tahun 2020 bertempat di Dive In Resort Kelurahan Kasawari Kota Bitung, Jumat (18/09/2020).

Menurut Walikota MJL, salah satu andalan sektor pariwisata Kota Bitung adalah kekayaan bawah laut, pantai dan alam hutan lindung, sehingga hal ini patut dirawat dan dilestarikan untuk pengembangan pariwisata kedepan.

“Untuk itu saya berterimakasih kepada masyarakat, khususnya para komunitas yang ada, diantaranya komunitas diving yang giat membersihkan pantai dan laut, juga komunitas pecinta hutan,” kata Walikota MJL.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak agar turut berkolaborasi secara positif dengan pemerintah untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai positif.

“Ini semua kita lakukan bersama-sama untuk kebanggaan Kota Bitung, sehingga destinasi pariwisata kita bisa berkembang,” ujarnya.

Walikota MJL juga berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan iven ini.

Iapun mengingatkan agar setiap kegiatan yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19 ini, tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, Walikota MJL juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protap protokol kesehatan Covid-19, dengan menerapkan SIAGA 5 M yakni Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjaga Imun tubuh dan Menjaga iman dengan memanjatkan doa kepada Tuhan.

Ketua TP PKK Kota Bitung sekaligus Kepala Sekolah Lingkungan, Khouni Lomban Rawung melepas Tukik Penyu
Ketua TP PKK Kota Bitung sekaligus Kepala Sekolah Lingkungan, Khouni Lomban Rawung melepas Tukik Penyu

“Saya ingatkan hari Senin nanti, tertib tentang hal ini (protokol kesehatan, red) akan mulai dilakukan petugas. Saya yakinkan saudara-saudari tidak terkena sanksi, karena melanggar protokol kesehatan. Setiap petugas akan jalan dimana mereka berada, sehingga diimbau kepada masyarakat keluar dari rumah harus memakai masker. Jika tidak, jangan salahkan petugas yang memberi sanksi,” tandas Walikota MJL.

Ia menjelaskan, sanksi yang diberlakukan memang tidaklah berat, akan tetapi memalukan. “Memang sanksi yang diberikan lebih mahal daripada sanksi uang. Jika didapati ada warga yang tidak memakai masker, akan disuruh menyapu sambil diviralkandi Medsos,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bitung, Ibu Khouni Lomban Rawung, yang juga Kepala Sekolah Lingkungan, mengajak masyarakat untuk menerapkan SIAGA 5M yang dicanangkan Pemkot Bitung dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Mari kita patuhi protokol kesehatan dengan menjalankan SIAGA 5 M. Sekalipun di masa pandemi, kita tidak boleh berhenti berkarya. Kita tetap semangat, dan kegiatan seperti ini merupakan wujud kebersamaan kita menunjang program pemerintah Kota Bitung. Sekolah Lingkungan ditunjang instansi terkait dan pemerhati lingkungan untuk berkolaborasi mensukseskan iven ini,” ajak Ibu Khouni Lomban Rawung.

Kegiatan Festival Lingkungan dirangkai dengan roadshow FPSL 2020 merupakan bagian keikutsertaan masyarakat dan komunitas pecinta alam untuk menjaga, mengedukasi diri bagi alam.

“Terimakasih kepada Pemkot Bitung yang memfasilitasi berbagai inisiatif dan kreativitas anak bangsa untuk dunia pariwisata berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota MJL bersama Ketua TP PKK Kota Bitung, Ibu Khouni Lomban Rawung, yang juga Kepala Sekolah Lingkungan, melepas 75 ekor tukik penyu ke alam laut bebas di pantai Kawasari. (Tim)