
MEDIAMANADO.COM – Aksi kontroversial pelatih anyar Manchester United, Jose Mourinho, tidak henti-hentinya menarik perhatian. Selama berkarier sebagai seorang pelatih, Mou –sapaan akrab Mourinho– kerap menjadi pusat perhatian media karena aksi-aksi protesnya.
Karena itu, manajer berpaspor Portugal tidak jarang mendapatkan sanksi akibat aksi protesnya. Lima sanksi yang pernah diterima Mou selama menjadi seorang pelatih, sebagaimana dikutip dari Squawka, Jumat (21/10/2016).
Berikut adalah lima hukuman yang pernah diterima Mourinho:
- Inter Milan (Desember 2009)
Mendampingi Inter di laga kontra Juventus, Mou terlihat tampil agresif kala mengarahkan skuadnya dari sisi lapangan. Protes dilayangkan Mou usai Felipe Melo mencetak gol pembuka untuk Juve. Merasa tidak terima, Mou mengajukan protes kepada wasit yang kala itu memimpin, Massimiliano Saccani. Protes The Special One –julukan Mou– itu dinilai terlalu keras sehingga ia dijatuhi hukuman satu kali larangan mendampingi klubnya.
- Inter Milan (September 2009)
Tiga bulan sebelum mengajukan protes di laga kontra Juve, Mou juga pernah mengajukan protesnya kala mendampingi Inter di laga kontra Cagliari. Ia mengajukan protes karena menganggap Davide Astori telah melakukan pelanggaran kepada Mario Balotelli. Akibat aksi tersebut, Mou terkena denda sebesar 13.500 poundsterling atau Rp215,59 juta.
- Chelsea (Juni 2005)
Sanksi yang didera Chelsea pada Juni 2005 ini bukan disebabkan oleh aksi protes. Sanksi ini bermula dari pertemuan Mourinho dengan Ashley Cole pada Januari 2005. Kala itu, Cole masih memiliki kontrak dengan Arsenal. Chelsea baru merekrut Cole setelah sang pemain berstatus bebas transfer. Namun sayang, FA menilai pertemuan Mou dengan Cole pada Januari 2005 sebagai pelanggaran. Alhasil, Mou harus membayar denda sebesar 75.000 poundsterling atau Rp1,197 miliar.
- Chelsea (Maret 2005)
Sanksi berupa larangan menemani klubnya selama dua pertandingan dan denda sebesar 16.000 poundsterling atau Rp255,35 juta diberikan kepada Mou usai mengajukan protes setelah menelan kekalahan dari Barcelona. Mou menuduh pelatih Barca kala itu, Frank Rijkaard dan wasit, Anders Frisk telah melanggar peraturan FIFA dengan bertemu saat turun minum di babak pertama. Akibat aksi protesnya tersebut, Mou dijuluki oleh kepala wasit UEFA, Volker Roth sebagai musim sepakbola.
- Porto (April 2003)
Setelah mempersembahkan kemenangan 4-1 untuk Porto atas Lazio, Mou mengajukan protes atas aksi Lucas Castroman. Pemain Lazio tersebut dinilai telah melakukan pelanggaran. Akibat aksi protesnya tersebut, Mou mendapat hukuman larangan menemani klubnya selama satu pertandingan.





