
MANADO, MediaManado.com – Sejumlah tokoh loyalis PDI Perjuangan Sulut menyatakan sikap dan dukungan bagi pasangan Drs Steven OE Kandouw – Robby Dondokambey SSi MM untuk dicalonkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut pada Pilkada tahun 2020 mendatang.
Pernyataan sikap dan dukungan bagi kedua sosok ini disampaikan kader senior PDI Perjuangan yang berkumpul di salah satu kediaman kader PDI Perjuangan di Jl Garuda Manado, Rabu (18/09/2019).
Loyalis PDI Perjuangan Sulut Max Siso mengatakan, aspirasi dan pernyataan sikap para dedengkot PDI Perjuangan ini merupakan sikap murni.
“Dukungan ini merupakan kewajiban kami untuk memenangkan partai, dan PDI Perjuangan tetap bertekad merebut kekuasaan itu, bukan untuk berkuasa, akan tetapi dalam rangka mewujudnyatakan tekad suci, menjadikan Sulut sebagai salah satu setral di Asia Pacifik dan sebagai pusat peradaban,” tandas Max Siso.
Dedengkot PDI Perjuangan, Janes Parengkuan menegaskan bahwa yang dicalonkan Banteng Moncong Putih merupakan figur yang betul-betul memahami garis perjuangan partai PDI Perjuangan sejak awal.
“Steven Kandouw dan Robby Dondokambey adalah figur yang memang sudah teruji dan terseleksi dalam suka-duka perjalanan partai, karena itu kita bercita-cita untuk memiliki harsrat dan hanya orang-orang yang memahami hal seperti itu yang selalu akan tampil di depan,” tandas Parengkuan.
Sementara Roy Pangemanan, Kader Loyalis PDI Perjuangan menilai dukungan bagi sosok Steven Kandouw – Robby Dondokambey memang pantas dilakukan para kader senior.
“Dukungan bagi kader PDI Perjuangan ini dimulai dari hasrat suci dan kehendak yang mulia dalam menyongsong Sulawesi Utara yang lebih Hebat kedepan. Untuk itulah kami bersepakat mengeluarkan aspirasi mendukung Steven Kandouw dan Robby Dondokambey untuk dicalonkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada 2020 nanti,” kata Roy Pengemanan.
Nampak hadir dalam pertemuan para loyalis PDI Perjuangan Sulut diantaranya Roy M. S. E. Pengemanan SH, Yanes Parengkuan, Max L. Siso, Jopie Komaling, Olden Kansil, Dorothea Kangiras, Loce Kawatak, John Mandala, Anyo Lengkong, Max Mandagi, Ferry Sangian, Jus Tumurang dan Adi Palit. (ferry)





