Mahasiswa UKIT Gelar KKN, Bentuk Pengabdian Kepada Mayarakat

oleh

Loading

Screenshot_20220808-230528_Photo Editor

Mitra, MediaManado.com – Di bawah Pengawasan Dosen Pembimbing Johanes Lukas Polii, SH.MH, Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) mengelar KKN di wilayah Minahasa Tenggara (Mitra) yang tersebar di Kelurahan Wawali, Tosuraya, Pasan dan Desa Watuliney, Watuliney Indah dan Molompar Utara.

“Dalam mewujudkan Visi dari perguruan tinggi, ada poin penting yang harus direalisasikan oleh mahasiswa antara lain,  pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian. karena itu menjadi pilar dasar yang tertuang dalam Tri Darma Perguruan Tinggi,”ucap Johanes Polii dosen pembimbing Universitas UKIT.

Lanjut Polii mengatakan, ini merupakan bentuk orientasi bagaimana para mahasiswa ini bisa berbaur dengan masyarakat selama 3 minggu ini sebelum mereka menamatkan studinya.

“Sebelum para mahasiswa menyelesaikan studinya mereka harus terjun kemasyarakat, ini juga adalah unsur pengabdian kepada masyarakat,”ungkapnya.

Ia menambahkan, Kami sebagai sekertariat kampus adalah salah satu pilar utama untuk membangun negeri kususnya NKRI, seperti halnya dalam menyambut HUT RI ke 77 ini seluruh warga menata dan percantik desa dengan melakukan pengecetan, sebagai bentuk dukungan mahasiswa ikut terlibat didalamnya.

“Dengan mahasiswa berbaur serta bersumbangsi mengambil bagian bersama masyarakat dalam kegiatan ini, mereka telah memberikan kontribusi meskipun hanya sebagian kecil itu boleh menjadi bekal mereka saat sarjana nantinya,”terang Polii.

Sementara itu, Kuntua Thomas Wulur dalam kesempatan itu menyampaikan sangat bersyukur atas kehadiran adik-adik KKN yang sudah berkunjunjung kedesa.

“Terima kasih buat adik-adik KKN yang sudah banyak membantu dalam memperindah desa menyambut HUT RI ke 77,”tutur Thomas Wulur.

Dilain pihak, Carlos Palit, Ketua kelompok  Mahasiswa KKN UKIT yang ditempatkan di desa watuliney Indah mengapresiasi kepada Pemerintah desa atas bantuan dan dukungan yang diberikan selama ini.

“Terima kasih buat pemerintah desa Kumtua beserta perangkat desa yang sejak kehadiran kami mahasiswa telah dilayani dengan baik, semua akomadasi diberikan dengan baik, bahkan saat kami sakit langsung dibawah kedokter,”ungkap Carlos Palit.

Ada tiga program yang nantinya akan akan dilaksanakan saat ini antara lain, pemasangan batas jaga, pemasangan papan 5K dan pengadaan tong sampah disetiap jaga.

“Maksud pemasangan tanda Batas jaga agar diketahui batas jaga masing-masing,  dan papan 5K agar pengunjung yang datang tahu bahwa didesa ini selalu menerapkan keamanan, ketertiban, kerapian, kebersihan, yang selalu harus dijaga bersama, sedangkan pengadaan tong sampah agar orang tua dapat melatih anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya,”tukas Carlos Polii. (Alfian)