MITRA, MediaManado.com – Masa pandemi Covid-19 memang ikut berdampak pada sektor pendidikan, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) pun harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini.
Langkah bijak Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra) terkait kondisi inipun dilakukan melalui program belajar dengan metode ‘anak bangsawan’.
Menurut Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap, para siswa/i di daerahnya kini menyandang predikat ‘Anak Bangsawan’.
Betapa tidak, para guru lengkap dengan alat peraga, datang dan mengunjungi langsung serta mengajar para siswa/i.
Hal ini dilakukan SD Inpres Watuliney, dimana para guru diwajibkan turun ke lapangan untuk mengajar.
‘Saat ini di sekolah kami, tidak ada kegiatan daring dan semua guru turun ke kelompok-kelompok untuk memberikan pelajaran secara Luar Jaringan (Luring). Setiap kelompok murid dibatasi 5 orang saja, serta pembagian kelompok itu ditentukan para guru,” ungkap Dinna Tobias, Kepala SD Inpres Watuliney, Kamis (05/11/2020).
Ia mengakui ada sejumlah hambatan dalam proses KBM Luring, diantaranya murid datang terlambat dan ada juga yang tidak membawa masker
” Sering kali Guru sudah ada, namun para murid belum ada , jika datang tidak bawah masker. Maka kami selalu siapkan masker dan bagikan pada siswa yang tidak pakai masker,” ujar Kepsek Tobias.
Selain itu, KBM juga dibantu aparat Pemerintah dengan cara memonitor kegiatan belajar yang berlangsung
” Saat ini kegiatan Luring, kami dibantu aparat desa utuk memudahkan guru mengajar. Tetapi sangat disayangkan akhir-akhir ini aparat desa mulai kurang perhatian.
Untuk itu Kepsek Tobias berharap, aparat desa bisa terus aktif memonitoring para murid dan mengingatkan orang tua dan murid melalui pengeras suara.
“Kiranya kerjasama yang baik antara guru, aparat dan orang tua, membuat kegiatan Luring bisa berjalan sesuai harapan kita semua. Semoga Pandemi ini bisa cepat berakhir, sehingga kegiatan belajar bisa kembali Normal,” tutup Tobias. (Alfian Soriton)








