Menko Luhut Ajak Masyarakat Sulut Sayangi Laut

oleh
Menko Kemaritiman

Loading

Menko Kemaritiman
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE. foto: ist

 

MANADO, MediaManado.com –  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengunjungi Kantor Sekretariat Regional CTI CFF Manado, Jumat ( 07/04).

Menteri Luhut, yang juga Ketua Konas CTI -CFF Indonesia menegaskan kembali dukungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman  atas pentingnya upaya-upaya  nyata di lapangan terkait  konservasi kelautan , perikanan berkelanjutan dan ketahanan pangan yang dilakukan oleh organisasi  multilateral CTI -CFF dengan pembangunan ekonomi kemaritiman di Indonesia.
” Pada dasarnya tujuan kegiatan CTI -CFF kurang  lebih sejalan dengan program -program pembangunan ekonomi maritim kita, misalnya pengelolaan sampah dan pengurangan plastik debris serta pengembangan industri strategis bidang kemaritiman berkelanjutan,” terang Menko Luhut.
Ditambahkan, isu yang menjadi sentral  di dunia adalah sampah dan  Indonesia negara urutan kedua penyumbang sampah setelah china,  lalu bagaimana memusnakan sampah pertama plastik dan non plastik. Plastik di bakar bisa menghasilkan listrik.

Dan hampir semua pelabuhan di indonesia  tidak bersih untuk itu musti diadakan  pembersihan setiap pelabuhan dan sungai – sungai  dan harus ada kesadaran mulai dari lingkungan sendiri.

” Perlu diingatkan kepada masyarakat Indoneaia, plastik dimakan oleh ikan  ini bahaya untuk kesehatan kita, terutama pada ibu-ibu hamil bisa menggangu janin yang di kandungan,”  kata Menko Luhut.

Menko Luhut meminta Gubernur Dondokambey untuk mensosialisasikan masalah kebersihan di gereja dan mesjid dan kepada masyarakat , bagaimana turis mau datang kalau lingkungan tidak bersih, turis destination bisa hancur.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey  mengatakan memgenai masalah sampah dan penangananya pemerintah Sulut telah mencanangkan gerakan Malendong bersih Bunaken, pembersihan Laut,  DAS  ( Daerah Aliran Sungai ) yang menjadi agenda rutin dari  pemerintah provinsi.

“Sekarang ini saya telah mengutus Wakil Gubernur  ke Denmark untuk mempelajari pengelolaaan sampah menjadi sumber energi yang ramah lingkungan,” kata Gubernur.

Sementara itu Direktur Eksekutif CTI-CFF Widi A Pratikto PhD menyambut baik kedatangan bersejarah Menko Luhut, yang baru pertama kali berkunjung di gedung sekretariat Regional CTI -CFF,  karena peran Indonesia sangat penting di kawasan Segitiga Karang sebagai pendorong kegiiatan konservasi maupun kerjasama di bidang kelautan untuk perkembangan ekonomi kemaritiman berkelanjutan antar negara CTI-CFF,” kata Widi.
” Hal lain yang  juga penting adalah komitmen indonesia dalam memerangi sampah plastik yang bermuara ke laut dan menjadi perhatian Menteri Luhut dalam kapasitas sebagai Ketua Konas CTI -CFF”,  terang Widi.
Dalam konteks koordinasi ini, Sekretariat Konas  telah melakukan upaya -upaya konsolidasi mengatasi masalah sampah plastik dalam bentuk program bersama hal ini mengingat 3 negara anggota CTI-CFF yaitu indonesia ,Filipina, Malaysia menjadi penyumbang sampah plastik yang signifikan menurut survey Jambeck (2015).
“Sebagai koordinator di kawasan segitiga karang  Secretaiat Regional.CTI-CFF memiliki program yang di jalankan bersama  6 negara ( Indonesia, Malaysia,Filipina,Papua Nugini,Salmon Island dan Timor Leste ) diantaranya tata ruang laut, pengelolaaan perikanan, berbasis ekosistem, kawasan kinservasi pereiran, adaptasi perubahan iklim, dan perlindungan spesies terancam,” tutup Widi. (*/fa)