Miris !!! dr Erzi, Kepala Puskesmas Ratatotok Diduga Dianiaya Pasien OTG

oleh
Puskesmas Ratatotok

Loading

IMG-20200827-WA0180

 

MITRA, MediaManado.com– Dunia kedokteran kembali jadi bahan pembicaraan, dimana seorang dokter, sekaligus Kepala Puskesmas Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mendapat perlakuan kasar dan dianiaya pasien yang baru selesai diisolasi, karena kasus Covid-19.

Kronologis kejadian seperti yang didapati awak MediaManado.com, Kamis (27/8/2020) bahwa pelaku merupakan salah satu pasien positif Korona yang sudah dirilis oleh pihak Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dari hasil swab.

“Karena pelaku (pasien OTG) dari pihak rumah sakit menyuruh untuk Isolasi Mandiri di rumah, setelah lewat 14 hari, dari pihak Puskesmas Ratatotok keluarkan surat bahwa pasien telah selesai jalani masa isolasi,” ucap dr Alfrits Umboh.

Namun karena selama masa isolasi, pelaku merasa diasingkan oleh warga dan merasa tersisi, maka timbul sakit hati, saat seselai isolasi 14 hari, pihak Puskemas keluarkan surat yang menyatakan pasien telah isolasi, Selasa (25/8/2020) dan pasien datang ke Puskesmas.

“Saat Kepala Puskesmas Ratatotok dr Erzi Iskandar Deu, hendak memberikan surat pada pasien, pasien memukul dokter tersebut, dengan alasan, Kapus yang menyebarkan berita kepada orang-orang bahwa dia (MW alias Marten) adalah pasien Korona,” tukas Alfris Umboh.

Puskesmas Ratatotok
Puskesmas Ratatotok

Bersamaan dengan itu menurut keterangan saksi, salah satu Perawat di Puskesmas di Ratatotok bahwa saat pemukulan terhadap Kapus, terjadi di depan Puskesmas, karna saat itu dokter hendak keluar.

“Saya bersama dokter dan rekan satunya sudah berada dalam mobil saat pelaku datang, berkisar Jam 13.30 WITA. Saat itu dokter turun dan terjadi perdebatan, saat itu terjadi penganiayaan dan pemukulan pada Kepala Puskesmas,” ujar saksi, Aknes Maramis.

Lanjut dia pelaku mengajak Kapus ke Kepala Desa Ratatotok untuk selesaikan semua urusan, dan di sana kembali lagi dokter (Kapus) dipukul pelaku.

“Puskesmas sempat tidak melakukan pelayanan, karena kami para perawat perempuan, dan kami merasa ketakutan, karna pelaku sempat memberikan ancaman, namun sekarang sejak tadi pagi, Puskesmas sudah kembali memberikan pelayanan secara normal,” tukas Aknes Maramis.

Saat awak media hendak menemui Kapolsek Ratatotok, beliau tidak berada di tempat, namun menurut salah satu anggota Polisi yang bertugas di Polsek tersebut mengatakan, memang benar kejadian itu dan semalam pelaku sudah di bawa ke Polres Ratahan untuk di proses lebih lanjut. ( Alfian Soriton )