
MINUT, Mediamanado – Video viral hasil rekaman oknum ASN guru yang “diparkir” di Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara jadi atensi publik belakangan ini.
Untuk itu, William Luntungan pemerhati pemerintahan yang juga tokoh pemuda Kabupaten Minahasa Utara angkat bicara.
Menurut Will, pihaknya menantang aparat penegak hukum dalam hal ini tim saber pungli Kabupaten Minahasa Utara agar sesegera mungkin melakukan penelusuran bahkan penyelidikan di Dinas Pendidikan.
“Saya minta penegak hukum (saber pungli) agar menuntaskan masalah video di dinas pendidikan. Jika memang benar ada indikasi terjadi pungutan liar (pungli) maka hal itu sangatlah memalukan dan harus diproses serta harus ada sanksi hukum,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, jika persoalan ini mulai berkembang liar di ruang publik. Untuk itu, perlu ada pihak berwenang dan berkompeten membuka tabir ini.
“Masalah ini sudah menyita perhatian publik, kita serahkan ke Aparat Penegak Hukum. Jika benar ada pungli, siapapun yang terlibat tentunya harus diberi sanksi hukum,” terangnya sembari menyebuta agar jangan menjadi bola liar yang ujungnya hanya akan merusak nama Minahasa Utara.
Novry yang berprofesi guru di Minut, ditemui wartawan pun mengaku tertarik dengan isu video yang berkembang belakangan ini. Namun, dia berharap jangan nama baik pendidikan ini terus dikembangkan dengan narasi-narasi yang tidak objektif.
“Saya berharap publik jangan dulu mendjustifikasi bahwa ini pungli. Ini masih dugaan, soalnya di dalam video yang beredar tidak ada yang memberikan uang dan menerima uang.
Mari kita yang cinta dengan Minahasa Utara dan ingin mengawal pemerintahan ini lebih objektif melihat sebuah masalah. Jangan menggiring opini publik menjadi liar dengan menyebar narasi-narasi yang tidak substansi,” terangnya.
Informasi di Polres Minut, jika persoalan ini sudah diketahui oleh tim saber pungli Kabupaten Minahasa Utara.(**)
Penulis: Sweidy Pongoh





