
NEW YORK – MediaManado.com – Hari Raya Thanksgiving di Amerika Serikat (AS) selain sebagai ekspresi rasa syukur, hari itu juga menandai awal sejarah “Negeri Paman Sam”. Thanksgiving dalam sejarahnya, merupakan hari peringatan kedatangan gelombang pertama imigran Eropa ke Amerika Utara.
Pada perayaan ini pula, Presiden AS, Barack Obama, mengingatkan lagi soal pentingnya segenap masyarakat AS, untuk mau menerima dengan tangan terbuka para pengungsi Suriah.
Obama pun mengaitkan kedatangan gelombang imigran Eropa pada abad ke-17 yang diangkut Kapal Mayflower, untuk kemudian menetap di Massachussets. Mereka melarikan diri dari Inggris demi kehidupan yang lebih layak. Pun begitu dengan para pengungsi Suriah.
“Hampir empat abad setelah (Kapal) Mayflower berlayar, dunia saat ini masih melihat banyak pengungsi. Pria dan wanita yang mengungsi, tak menginginkan hal lebih, selain mencari kesempatan hidup yang lebih aman, masa depan yang lebih baik untuk mereka dan keluarganya,” sebut Obama.
Sayangnya itu tersebut ramai mendapat penentangan. Disebutkan sejumlah gubernur negara-negara bagian AS, menolak kedatangan pengungsi Suriah, lantaran dikhawatirkan akan ada oknum teroris yang menyamar sebagai imigran.
Soal ini, Obama berargumen bahwa para pengungsi yang datang ke tanah ‘Amrik’, bakal di-screening secara ketat.
“Masyarakat harus ingat bahwa tak ada satu pun pengungsi yang akan bisa melewati perbatasan negara kita, hingga mereka melalui pengecekan dengan tingkat keamanan tertinggi, seperti semua orang yang berperjalanan ke AS,” tambahnya, disitat The Guardian, Jumat (27/11/2015).
Soal kebijakannya yang ingin membuka pintu lebar-lebar bagi pengungsi Suriah, presiden yang pernah “makan bangku sekolah” di Indonesia itu, mengklaim mendapat banyak dukungan dari warga AS sendiri. Obama mengaku mendapat banyak surat dari warga AS yang mendukung pemberian suaka bagi pengungsi Suriah.
“Seorang wanita dari Pennsylvania menulis surat pada saya. Katanya, keuangan kami memang pas-pasan, tapi saya punya ruang tamu. Saya punya dapur dengan penuh makanan. Kita bisa melakukannya (menyambut pengungsi),” sambung Obama.
“Seorang wanita lain dari Florida juga menuliskan surat pada saya bahwa keluarganya punya asal-usul sejarah yang berkaitan dengan (kapal) Mayflower dan dia bilang akan menyambut sesama (pengungsi),” tandasnya.
EDITOR : INYO. R.






