
MANADO, MediaManado.com – Otoritas Pemerintah Cina (RRT) kini terus melakukan tindakan tegas bagi warganya yang diketahui terinfeksi Virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan.
Aktivitas warga di wilayah itu dibatasi, bahkan setiap warga yang terinfeksi virus tersebut dilarang untuk bepergian ke wilayah lain, termasuk warga Cina lainnya yang mau melakukan perjalanan keluar negeri harus terlebih dahulu diperiksa oleh otoritas setempat.
“Jadi, bilamana ditemukan terjangkit Virus Corona, maka mereka tidak diijinkan bepergian keluar negeri. Itulah yang dilakukan teman-teman aparat kita di Cina,” kata Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) RI saat memberikan keterangan kepada wartawan di RSUP Prof Kandou Malalayang Manado, Minggu (26/01/2020) sore.
Menurut dr Terawan, sikap itu merupakan bagian dari tanggungjawab Pemerintah Cina agar Virus Corona tidak menyebar lebih luas ke negara lain yang menjadi tujuan bepergian warga Cina, termasuk di Indonesia.
Selain itu, Kementerian Kesehatan RI terus memperketat penjagaan di 135 pintu masuk bandara di Indonesia.
Hal itu dilakukan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kemenkes dengan mengawasi secara ketat setiap turis, terlebih turis Cina yang datang berlibur di Indonesia.
“Saya sudah perintahkan untuk bekerja dua puluh empat jam menjaga pintu masuk. Ada 135 pintu masuk ke negara Indonesia juga sudah dijaga dengan ketat oleh KKP saya. Bahkan, sebanyak 195 thermal Scanner sudah kita distribusikan dan dipasang, termasuk ke daerah yang kita nilai rawan,” ungkap dr Terawan.
Otoritas Pemerintah Cina juga senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes RI, bilamana ada warga mereka datang berkunjung ke Indonesia.
Hal itu terbukti pada 7 turis yang belum diperiksa namun sedang melakukan perjalanan menuju Indonesia.
“Mereka (Otoritas Cina) memberitahukan kepada kami, buktinya tujuh orang turis yang datang ke sini pun, begitu dia terlewati dalam pemeriksaan kesehatan di Cina, beritanya disampaikan pada kita, dan kita langsung siaga. Pesawatnya pun kita langsung tahan untuk mengecek tujuh turis yang datang itu. Setelah di-check kesehatannya dan clear, langsung dilepas, sekalipun mereka tetap mendapat pengawasan dari aparat kita selama mereka berlibur, ” terang dr Terawan.
Sehingga, tambah dr Terawan, saling koordinasi dan kerjasama antara aparat di Cina dengan aparat di Indonesia merupakan hal yang baik, dan bagian dari kerjasama antara kedua negara, terlebih dalam menghadapi Virus Corona.
“Jadi kita harus sadar dan kita tidak boleh terlalu resah dengan apa yang terjadi. Bolehlah resah, kalau Kementerian Kesehatan dan aparat kementerian lembaga lain, tidak siap. Tapi saat ini dan seterusnya, kami siap siaga, kita sayang kepada bangsa Indonesia,” ujar Menkes.
Diapun mengajak masyarakat Indonesia untuk berdoa, supaya kerja keras aparat di lapangan tetap terjaga dan Virus Corona tidak masuk dan menyebar di Indonesia.
Menkes berharap masyarakat dapat menjaga kesehatan melalui hidup sehat dan aparat kesehatan di daerah diminta terus melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.
“Karena dengan hidup sehat, daya tahan tubuh kita kuat, percayalah, kita tidak gampang terkena penyakit. Memang setiap orang memiliki batas kemampuan. Untuk itu, kita harus tahu dimana batas kemampuan tubuh kita. Jadi kalau waktunya istirahat, ya kita istirahat. Kalau waktunya makan, kita makan dan minum. Itu adalah bagian dari bagaimana kita menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh kita,” imbau dr Terawan. (Ferry)





