TOMOHON, MediaManado.com -Anggota Komisi X DPR RI, Vanda Sarundajang (VaSung) yang dikenal sangat aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Utara di sektor pendidikan, kali ini menggandeng mitra kerjanya, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tomohon dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), melakukan sosialisasi fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan fokus membantu usaha ekonomi kreatif di Kota Tomohon.
Sosialisasi tersebut dibuka dengan resmi oleh Vanda Sarundajang dan dihadiri Lily Solang mewakili Walikota Kota Tomohon Carrol J.A Senduk, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Masna Pioh. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat (21/05/21) bertempat di Hall Grand Master Resort Lingkar Barat Kelurahan Kakaskasen Satu, Tomohon Utara Kota Tomohon.
Selain itu, kegiatan ini ikut menghadirkan pembicara Deputy Bidang Usaha dan Investasi Fadjar Utomo dan Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraft Hanifah Makarim, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Tomohon Masna Pioh serta Pimpinan BRI Cabang Tomohon serta motivator penerima KUR yang sukses Nilam Sari pemilik Kebab Turki Baba Rafi.
VaSung pada sambutannya menyampaikan amanat Presiden Jokowi yang sangat memperhatikan akan pentingnya usaha kreatif dalam menopang Pariwisata dan devisa di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Tomohon.
Ia beralasan, ada 92 destinasi wisata di Kota Tomohon dan merupakan yang terbanyak pertumbuhannya di Sulawesi Utara, apa itu usaha kreatif contohnya pisang goroho yang merupakan andalan kuliner Sulawesi Utara, kalau hanya dibuat biasa saja seperti digoreng dan dikemas dengan plastik biasa untuk dijual, itu merupakan UKM biasa. Akan tetapi, apabila pisang goroho di goreng dengan diberi rasa seperti rasa ikan roa dan rasa keju lalu diberi kemasan yang menarik bearti sudah masuk dalam usaha kreatif.
“Usaha Kreatif yang bapak ibu buat akan mendapat support dari Pemerintah Kota Tomohon serta modal usaha akan diberikan oleh fasilitas KUR BRI,” kata VaSung.
Sebelum masuk dalam ruangan peserta harus mengikuti protokol kesehatan ketat dengan antri rapid test antigen sebagai syarat utama peserta sosialisasi, peserta yang merupakan pengusaha dari subsektor ekonomi kreatif antara Kuliner, Musik, Aplikasi, Pengembangan Permainan (game), Seni Pertunjukan, Seni Rupa, fashion, fotografi, desain produk (grafik design).
Peserta tampak serius mengikuti ulasan serta pro aktif dalam dialog tanya jawab oleh pembawa materi . (Terry)








