MINUT, MediaManado.com – Puluhan ribu Umat Katolik Kevikepan Tonsea memadati lokasi Perayaan Ekaristi Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam yang dipusatkan di PCG Pinilih Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (23/11/2025).
Umat Katolik Kevikepan Tonsea berasal dari 9 Paroki, seperti Paroki Stella Maris Bitung, Paroki Antonius Padua Girian, Paroki St Fransiskus Xaverius Kema, Paroki Santa Maria Para Rasul Manembo-nembo, Paroki St Paulus Lembean, Paroki St Antonius Padua Airmadidi, Sta Ursula Watutumaou, St Yohanes Penginjil Laikit dan Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh.
Mereka datang memadati lokasi untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Kudus bersama keluarga dengan khusyuk.

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam merupakan puncak Kalender Liturgi Gereja Katolik, skaligus merefleksikan kembali iman para peziarah menuju harapan pasti, yakni iman pada Yesus Kristus yang membentangkan jalan keselamatan bagi para pengikut-Nya yang penuh kesetiaan.
Untuk Perayaan Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam tahun 2025 ini, Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta iman ini.
Perayaan Ekaristi Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam 2025 mengangkat tema ‘Kristus Raja Teladan Hati dan Kerendahan’. Sub tema: Umat Kevikepan Tonsea Berjalan Bersama dalam Ziarah Pengharapan Meneladani Kerendahan Hati dan Semangat Pelayan dari Kristus Sang Raja Alam Semesta.

Dalam renungan, Pastor Johanis Pinontoan Pr selaku Vikaris Episkopal atau Wakil Uskup Keuskupan Manado di wilayah pelayanan Tonsea memberikan apresiasi atas respon umat, semangat umat dan keteguhan iman umat yang datang dari berbagai Paroki di Kevikepan Tonsea dalam merayakan Kristus Raja Semesta Alam.
“Kita datang ke tempat ini, kita berkumpul bersama untuk saling menguatkan sebagai satu keluarga yang berjalan bersama, berdoa bersama sebagai rombongan besar peziarah menuju harapan pasti, yakni keselamatan,” kata Pastor Johanis Pinontoan Pr.
Ia mengajak umat beriman untuk terus menjadikan Kristus sebagai Raja dalam hati, pikiran dan kehidupan sehari-hari.
“Biarlah Kristus yang merajai hidup kita semua,” tandas Pastor Johanis.

Selain itu, ia memberikan apresiasi juga kepada pastores atas beberapa kegiatan besar yang dilaksanakan di paroki diantaranya Pertemuan Kaum Ibu Katolik (KIK) Kevikepan Tonsea di Paroki Stella Maris Bitung dan Pertemuan Anak Sekami Kevikepan Tonsea di Paroki St Paulus Lembean.
“Terimakasih atas kerjasamanya dan dukungan pastores,” ucap Pastor Johanis Pinontoan Pr.
Perayaan Kristus Raja Semesta Alam ditutup dengan Devile yang diikuti Umat Katolik dari 9 Paroki. Devile diawali dengan mengambil titik start di lokasi kegiatan dan finish di lokasi yang sama.
Para peserta Devile membawa ornamen gambar orang Kudus, Paus Leo IV, Uskup Keuskupan Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan pastor paroki mereka masing-masing. Beragam ekspresi iman umat ditampilkan, termasuk figur Kristus Raja yang berjubah megah dengan mahkota dan tongkat di tangan.

Perayaan Kristus Raja Semesta Alam menjadi puncak perayaan liturgi Gereja Katolik se-dunia, termasuk Gereja Katolik di Indonesia.
Pastor Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh, Gregorius Berce Rorimpandey Pr dan Pastor Rekanan Edward Edo Salilo Pr berterimakasih kepada pastores dan Umat Kevikepan Tonsea atas sukacita iman merayakan Kristus Raja Semesta Alam, dimana Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh telah dipercayakan sebagai penyelenggara. (Ferry)





