Selang beberapa tahun ini, Pemkab Sitaro telah berhasil menekan angka kemiskinan. Jubir Pemkab Sitaro Seska Kahiking SSos MSi, kemarin mengatakan, kemiskinan merupakan sebuah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya. Terlebih mempertahankan dan mengembangkan kehidupan lebih baik. “Mulai dari terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, dan sejumlah aspek penting lainnya,” jelas Kahiking.
Dan indikator menurunnya angka kemiskinan, kata dia, terlihat dari kemandirian warga dalam mengelola potensi yang ada. “Dimana dari indikator kinerja tahun 2013 lalu, untuk sasaran kemandirian warga kurang mampu dalam usaha mengelola daging pala dari target 20 orang terealisasi 20 orang atau dengan capaian 100 persen, kemudian meningkatnya SDM masyarakat pesisir dan perempuan terealisasi satu kegiatan dengan capaian 100 persen,” jelasnya.
Sedangkan meningkatnya SDM masyarakat dalam mengembangkan budidaya perikanan terealisasi kegiatan dengan capaian 100 persen. “Dan ini tetap diupayakan pada tahun 2014 dengan program-program yang sementara dan akan dilaksanakan,” urai Kahiking.
Terpisah Kabag Ortal Setdakab Drs R Sagune menuturkan LAKIP Sitaro 2013 untuk jumlah penduduk miskin 2007 pasca pemekaran total jumlah penduduk miskin 16,86 persen. “Sedangkan pada 2012 menjadi hanya sebesar 9,71 persen dari jumlah penduduk sebanyak 67.879 jiwa dan 2013 menjadi 67.764,” jelasnya






