Pendamping Keluarga Jadi Strategi Cegah Stunting

oleh

Loading

 

MANADO, MediaManado.com – Pendamping Keluarga menjadi salah satu strategi yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Sulut dan TP PKK Kabupaten/Kota untuk menurunkan sekaligus mencegah stunting.

Hal itu terbukti dengan Penguatan Peran Bunda Pendamping Keluarga dalam Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Utara, di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Senin (19/06/2023).

Ada 15 Ketua TP PKK dari 15 kabupaten/kota sebagai Bunda Pendamping Keluarga dimasing-masing daerah oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Ir Rita Maya Tamuntuan.

Bunda Pendamping Keluarga Provinsi Sulut Rita Tamuntuan berharap seluruh Ketua TP PKK yang baru dikukuhkan sebagai Bunda Pendamping Keluarga di tingkat kabupaten/kota dapat bekerja maksimal.

“Saya yakin semua yang dikukuhkan dapat menjalankan peran dengan baik, dan semuanya bersinergi memberi dukungan terhadap upaya penurunan stunting di daerah ini melalui optimalisasi pencegahan di tingkat hulu dan pendamping terhadap keluarga berisiko stunting,” ungkap Ibu Rita.

Ia pun berharap Pendamping keluarga yang terdiri dari kader PKK, bidan, dan kader KB dapat melakukan pendampingan keluarga secara berkelanjutan.

“Artinya, yang dilantik tadi bisa memberikan penyuluhan dan edukasi, agar supaya percepatan penurunan stunting bisa ditekan agar kedepan Sulut bebas dari stunting,” katanya.

Ia mengajak semua pihak untuk dukung upaya percepatan penurunan stunting di daerah ini untuk sumbangsih bagi pencapaian target nasional pada tahun 2024.

“Mari kita berikan dukungam lewat optimalisasi peran dan fungsi kita semua, peran dan fungsi bunda pendamping keluarga, dalam memastikan percepatan penurunan stunting di daerah ini, untuk keluarga yang berkualitas, untuk generasi yang sehat dan juga cerdas, untuk generasi emas, dan bersama-sama mencapai Indonesia emas pada 2045,” ajaknya.

Perlu diketahui, prevalensi stunting di Sulut saat ini berada di angka 20,5 persen, dibawah nasional yang berada di angka 21,6 persen.

Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo pada 2021 lalu telah menetapkan target penurunan stunting menjadi 14 persen di akhir 2024 nanti. Di Sulut sendiri, Kepala BKKBN Pusat Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG(K) telah menargetkan penurunan stunting menjadi 17 persen di akhir 2023 ini, dan 14 persen di 2024. (*)