
MANADO, MediaManado.com – Masih segar dalam ingatan, saat Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Pemprov Sulut melakukan Kick Off Meeting pada akhir Maret 2019.
Saat itu, Menpar Arief Yahya menyatakan bahwa dirinya yakin pada Juni 2019, Sulut memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan Likupang.
Pemprov Sulut pun dengan menggandeng instansi terkait, bahkan menggandeng Pemkab Minahasa Utara terus menggenjot aksesibilitas menuju kawasan tersebut.
Setidaknya, aksesibilitas infrastruktur dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menuju KEK Pariwisata terus dibangun.
Pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 31,5 KM menelan Rp 631 miliar dan terbagi dalam empat segmen yakni segmen pertama Bandara Sam Ratulangi – Talawaan 4,6 KM, segmen kedua Talawaan – Tatelu 2,75 KM, segmen ketiga Tatelu – Wasian 4,1 KM dan segmen keempat Wasian -Marinsow sepanjang 20,1 KM.

Pembangunan infrastruktur jalan menuju ke KEK Pariwisata Tanjung Pulisan Likupang menjadi penting dalam rangka kelancaran akses menuju obyek wisata di sana.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE mengatakan, Presiden Jokowi telah membantu sebagian dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur jalan melalui APBN.
Saat ini pula sedang diperlebar akses jalan dari Likupang I – Marinsow dengan APBN 2019 yang dilaksanakan BPJN Wilayah XV Manado.
Sementara lahan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan Likupang seluas 374 hektar dengan nilai investasi Rp 11 triliun sudah siap dibangun.

Bahkan investor dari Prancis sudah menemui Pemprov Sulut pada Mei 2019 untuk menyatakan kesediaan mereka untuk turut berinvestasi di KEK Pariwisata Tanjung Pulisan Likupang. Sedangkan, PT Minahasa Permai Resort Development menjadi pengelolahnya.
Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw mengatakan, sektor pariwisata memang menjadi pendongkrak perekonomian daerah, karena lonjakan kunjungan turis mancanegara begitu drastis.
Dengan begitu, ODSK terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sebagai aksesibilitas, selain juga menyiapkan atraksi dan amenitas yang dinilai sangat penting dalam membangun sektor pariwisata daerah. (Ferry)





