Oleh: Rocky Wowor
(Ketua Forum Bela Negara Sulawesi Utara )
Kader bela negara bukan wajib militer, namun sebagai hak dan kewajiban yang perlu disiapkan, maka Forum Bela Negara (FBN) Sulut dibawah pimpinan Ketua Bapak Rocky Wowor yang adalah anggota DPRD Sulut bekerja sama dengan Pemerintah Sulawesi Utara melalui Kesbangpolda Sulut berdasarkan arahan Kementerian Pertahanan RI telah merekrut Kader Bela Negara di Masa Pandemi Covid-19.
Menjalankan amanat dari Gubernur Sulawesi Utara Bapak Olly Dondokambey SE yang mengharapkan Forum Bela Negara Sulut dapat bekerjasama dengan Kesbangpolda Sulut untuk merekrut Kader Bela Negara mencapai 25 000 orang hingga akhir tahun 2020 untuk membantu pemerintah dalam mengawal dan menjaga pemberlakuan New Normal di masa pandemi Covid-19.
Kekuatan sebuah daerah dalam menangani penyebaran Covid 19 di Sulawesi Utara tak hanya peralatan kesehatan (Ventilator, PCR, maupun laboratorium serta obat obatan) semata, tetapi juga perilaku manusianya dan masyarakat (rasa nasionalismenya) terhadap cinta terhadap daerah dan terlebih kepada bangsa dan negara.
Tugas pokok FBN adalah melaksanakan pembinaan dan pelatihan khusus yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebagai ormas binaan Kementerian Pertahanan (Kemhan), FBN Sulut juga bertugas melaksanakan program kegiatan sosialisasi tentang Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) secara berkala kepada para kader dan seluruh lapisan masyarakat serta mendukung dan menjalankan program pemerintah demi terciptanya Kader Bela Negara.
Maka salah satu Program Kerja FORUM BELA NEGARA (FBN) SULUT juga melakukan rekrutmen kader bela negara bekerjasama dengan Pmerintahan Provinsi Sulut untuk mempersiapkan masyarakat terutama Generasi Milenial menghadapi dua bentuk ancaman, yakni ancaman militer dan nirmiliter.
Meski kita adalah negara yang cinta damai akan tetapi tiap warga masyarakat harus selalu siaga terhadap ancaman pademi Covid 19 dan ancaman terhadap degradasi moral secara bersama dan bergotong royong untuk mendidik masyarakat terutama generasi milenial untuk ikut program kader bela negara.
Bela negara itu membentuk disiplin pribadi, nanti bisa membentuk displin kelompok dan membentuk disiplin nasional. Hanya negara yang disiplin akan menjadi negara yang besar.
Setiap warga provinsi Sulut memiliki hak dan kewajiban selama hidup di tanah tercinta.
Selama ini, banyak orang hanya menuntut haknya saja, sementara kewajiban tidak pernah ditunaikan. Oleh karena itu, dengan ikut serta sebagai kader bela negara, maka itu termasuk sebagai pemenuhan kewajiban terhadap negara. Kader bela negara bukan wajib militer, namun sebagai hak dan kewajiban yang perlu disiapkan dengan baik.
Tujuan pembentukan kader bela negara adalah untuk mendisiplinkan anak-anak muda Indonesia termasuk Milenial di Sulawesi Utara
Kader Bela negara adalah yang program bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan (Kodam XIII Merdeka) dengan tujuannya untuk disiplinkan anak-anak muda (siswa SMA/SMK, mahasiswa dan generasi milenial) .
Setelah rekrutmen kader bela negara maka mereka secara bertahap akan mengikuti program pelatihan kader bela negara akan digembleng pelatihan fisik dan psikis di tempat pendidikan dan pelatihan, bekerja sama dengan Kodam XIII Merdeka dan Korem serta Kodim setempat. Dengan standardisasi kurukulum dari Kementerian Pertahanan, dan sesuai aturan bela negara berdasarkan UU Pertahanan, jadi ada kewajiban bela negara yang dilaksanakan dengan pendidikan dan penyadaran bela negara.
Akhirnya Kader Bela Negara yang sudah direkrut dan dilatih akan membantu pemerintah Provinsi Sulut untuk menghadapi Pandemi Covid-19. Dan nantinya kita melakukan AKSI BELA NEGARA seperti pendirian Dapur Umum dan akan menggelar Duta Bela Negara yang akan diseleksi langsung oleh Pemprov Sulut melalui Kesbangpolda Sulut dan bertujuan menumbuhkan kader-kader muda Bela Negara Provinsi Sulawesi Utara.
Salam Bela Negara
Indonesia Maju
Sulut Hebat (***)






