Perangi Kemiskinan Harus Punya Data Akurat

oleh -91 Dilihat

FB_IMG_1663141809960

 

MANADO, MediaManado.com – Dalam upaya memerangi kemiskinan di daerah, maka memiliki data akurat soal kondisi kependudukan, menjadi keharusan. Sehingga sangatlah penting penanganan masalah berbasis data ibarat berperang menghadapi musuh.

Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw saat  membuka Rapat Koordinasi Daerah Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi tahun 2022 di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (14/09/2022).

“Satu hal yang penting adalah mengenali musuh kita. Dalam memerangi musuh kita, yaitu kemiskinan, kita harus tahu datanya dalam upaya dan kebijakan sebagai strategi pemerintah memerangi kemiskinan, kita harus mengetahui dan tentunya memiliki data-data yang akurat,” ungkap Wagub Kandouw.

Ia pun memberi apresiasi atas upaya kerja keras Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, yang memiliki data akurat terkait kondisi berbagai sektor di Sulut. Malahan, Wagub Kandouw selalu menggunakan data BPS pada setiap kesempatan berbicara di publik.

Untuk itu, tambah Wagub Kandouw, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendukung pelaksanaan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi tahun 2022 oleh Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara.

Diketahui, Badan Pusat Statistik akan melaksanakan kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi pada tanggal 15 Oktober sampai 14 November 2022.

Kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi Tahun 2022, akan dilakukan secara door to door atau dari rumah ke rumah.

Hal ini bertujuan untuk menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan.

Turut hadir Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh Edy Mahmud SSi MP, Kepala BPS Sulut Asim Saputra SST MEcDev, jajaran Forkopimda dan instansi terkait. (*/ferry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.