JAKARTA, MediaManado.com – Kerukunan Kawanua (KK)-MITRA kepengurusan periode 2016-2021 sudah merayakan Natal dan Kunci Taon (Kunci Tahun) SE-JABODETABEK pada 12 Januari 2019 lalu di Cijantung Jaktim.
Adapun Laporan Pertanggungjawaban pada rapat yang dilaksanakan Minggu 20 Januari 2019 bertempat di rumah Ketua Panitia Deitje Mawuntu, dan akan dibubarkan akhir Januari ini oleh KK-Mitra dengan Ketua Veddy Ompi.
“Terima kasih atas kehadiran semua undangan yang kami sebut dengan Hormat Ketua Dewan Pelindung DPP KKK Bapak Benny Tengker (TONA’AS TUA WANGKO PAPENDANGAN), Bendahara DPP KKK Bapak Refly Mandagi (mewakili Ketum KKK), Dewan Penasehat Bapak Joost Pandeleke, SH,MH, Dewan Pembina Dr.Maxy Rondonuwu, Dennie Denie Pangkerego, dan Bobby Tumigolung, juga kepada Ketua Jemaat Dan BPMJ Gereja POUK IMANUEL CIJANTUNG,” ucap Mawuntu.
Ucapan terima kasih juga disampaikankepada seluruh Ketua dan anggota perkumpulan kampung Mitra se-Jabodetabek dan Bandung yang sudah hadir, para undangan lainnya dan teristimewa Jajaran Pengurus KK-MITRA dan Semua PANITIA PELAKSANA NATAL DAN KUNCI TAON 2018 ini, juga para Donatur, Khadim dan Pengisi2 Acara semuaya.
“Saya atas nama Ketua Panitia Pelaksana acara MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH karena Kita telah melaksanakannya sesuai dgn target yang diharapkan, dan saya simpulkan semua telah berjln dgn baik dan SUKSES. Sekali lagi Terima kasih kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati kita sekalian, dan memberkati KK-MITRA Jabodetabek dan Bandung,” ungkap Mawuntu.
Adapun keberadaan perkumpulan KERUKUNAN KAWANUA MINAHASA TENGGARA (KK-MITRA) saat ini masih berjalan sesuai dengan masa periode kepengurusan yaitu thn 2016- 2021 yang akan datang, dan masih tetap eksis.
Adapun kekosongan dalam struktur yang ada sudah direvisi dan ditetapkan dalam rapat tertanggal 18 November 2018, yang disaksikan oleh wakil Ketua DPP KKK bid Organisasi RICKY SIWU.
Sejak dilantiknya Pengurus KK-Mitra thn 2016 oleh Ketua Umum KKK pd saat itu yaitu oleh Irjen.Pol. (Purn) Dr. BRNNY JOSUA MAMOTO,SH,MH tetap berjalan roda kepemimpinan KK-Mitra dibawah ketuanya Veddy Ompi.
Krn tdk pernah ada pendelegasian tugas dari ketua terpilih Veddy ompi kepada Wakil Ketua “AS” utk menyelenggarakan MALB (Musyawarah Anggota Luar Biasa), apalagi sampai menandatangani SK kepengurusan KK-Mitra yg baru, maka apa yang berkembang saat ini kalau kepemimpinan KK-Mitra sudah beralih ke “MW”, dinyatakan dengan tegas oleh Ketua Dewan Pembina DPP KKK saat ini yaitu Bp Benny Mamoto (sebelumnya sbg Ketum KKK yg melantik Veddy Ompi sbg Ketua yg sah) KK-Mitra periode 2016-2021, menyatakan apa yg dibuat wakil ketua KKMT inisial AS adalah TIDAK SAH dan Unprosedure.
Senada dgn ini selang sehari sebelumnya Pengurus terbatas KK-Mitra menghadap Ketum DPP KKK saat ini ibu Angelica Tengker, utk menyerahkan SK Revisi Kepengurusan yang ditetapkan 18 November 2018 lalu, dimana tembusan SK ini sudah dikirimkan terlebih dahulu 10 Januari 2019 juga.
Dalam pertemuan terbatas yang dihadiri KSB KK-MITRA Bpk Veddy Ompi (ketua), Akfrits Kapahang (Sekretaris) dan Deitje Mawuntu (Bendahara) didampingi dua anggota lainnya Fanny Gara ( Ket.dept. kebudayaan dan Pariwisata) dan Markus Naray (anggota Dept. Koperasi dan UKM). Oleh Ketua Umum DPP KKK ibu Angelica Tengker, Rabu, 24 januari 2019 menegaskan bahwa mereka masih mengakui dan tahu bahwa periode kepengurusan KKMT ini nanti berakhir tahun 2021.
Jadi tidak ada kepengurusan yang lain, yang persis nama dan logonya seperti milik KK-MITRA ketua Veddy Ompi yang masih memegang Pataka yang diserahkan KKK kepada ketua terpilih saat 3 tahun silam itu.
Kalau dengar dengar ada yang lain atau ada yang baru lagi, itu sama sekali tidak diketahui oleh DPP KKK, dan tidak ada pemberitahuan resmi kalau pernah terjadi MALB.
Hal ini dikembalikan ibu Angelica Tengker kepada Sdr Veddy Ompi untuk melayani niat kubu MW yang beberapa hari lalu datang menghadap untuk minta dilantik pada 26 Januari 2019.
Tetapi ini tdk diiyakan Ketum K3, melainkan mereka diminta untuk kembali berkoordinasi kembali kepada pengurus yang lama pimpinan Veddy Ompi.
Sejogjanya juga apabila Pemerintah Kab.Mitra sebagai Penasehat atau sebagai pembina kepada organisasi masyarakatnya yang ada dirantau, harusnya bersikap netral dan bijak serta arif dalam menyikapi permasalahan seperti ini.
Karena kewenangan perkumpulan orang-orang dirantau sepenuhnya hak orang orang dirantau, dan mereka punya hak yang sama untuk di ayomi dan dirangkul sebagai satu kesatuan rakyat Mitra juga.
“Diharapkan Pemerintah dalan hal ini BUPATI bukan sebagai “Pemecah Persatuan Kekeluargaan Masyarakat Mitra” yang ada di rantau, apabila Bupati akan membela satu kelompok yang ingin melakukan kudeta terhadap kepengurusan yang ada dan masih berjalan saat ini, berarti kenetralan Pemerintah Minahasa Tenggara patut dipertanyakan,” tegas Deitje Mawuntu selaku pengurus KK-Mitra.
Inilah harapan semua masyarakat Minahasa Tenggara dirantau, agar hendaklah Bupati James Sumendap bisa menjadi Pemersatu Kepengurusan dan anggota yang ada saat ini. Karena itu juga yang digaung-gaungkan dalam perayaan perayaan Natal yang sudah sudah yaitu hendaklah Damai Natal mempersatukan, dan hiduplah Rukun dan Damai dalam Kasih Kristus. (Ferry/*)







