
LONDON – MediaManado.com – Dalam rangka mengintegrasikan pengungsi dengan masyarakat Inggris, Perdana Menteri David Cameron menyatakan pemerintah siap memberikan dana bagi para pengungsi khususnya perempuan Muslim untuk belajar bahasa Inggris.
Pria 49 tahun itu berpendapat peningkatan kohesi secara nasional adalah obat mujarab untuk mengatasi ekstremis Muslim. Cameron meminta para perempuan imigran Muslim wajib meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka agar dapat menyatu dengan masyarakat. Jika gagal memenuhi standar, mereka harus siap dideportasi kapan saja.
Sebagaimana dilaporkan New York Times, Rabu (20/1/2016), pimpinan Partai Konservatif itu menyiapkan dana sebesar USD 28,5 juta (setara Rp. 566,2 miliar) untuk membantu sekira 10 ribu perempuan pengungsi belajar bahasa Inggris. Hal ini dilakukan karena banyak di antara perempuan imigran itu terisolasi dan mengalami diskriminasi. Cameron ingin menunjukkan bahwa Negeri Ratu Elizabeth memiliki harapan bagi mereka yang ingin tinggal dan menetap di sana.
Belum juga rencana tersebut dijalankan, Cameron sudah mendapatkan kritik termasuk dari kader partainya sendiri. Pria asal London itu dikritik karena menghubungkan kemampuan berbahasa Inggris dengan ekstremisme. Salah seorang mantan anggota kabinet Cameron, Sayeeda Warsi, mengatakan meski jumlah uang tersebut masih masuk akal, tetapi proposal itu akan sangat rentan disalahgunakan.
EDITOR : INYO R.





