http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Peserta RAT PUSKUD Sulut Jagokan Inyo Koloay Pimpin PUSKUD

Penyerahan Pataka PUSKUD Sulut, Sabtu (14/08/2021)

Penyerahan Pataka PUSKUD Sulut, Sabtu (14/08/2021)

 

MANADO, MediaManado.com – Peserta Rapat Anggota Tahunan Pusat Koperasi Unit Desa Sulawesi Utara (RAT PUSKUD Sulut) yang dilaksanakan di Hotel Mercure Tateli Minahasa, Sabtu (14/08/2021), menjagokan figur Inyo Koloay untuk memimpin PUSKUD Sulut periode 2021-2026. Hal itu terembus kuat dari sejumlah peserta RAT PUSKUD Sulut tahun 2021 ini.

Jonly Winokan, peserta RAT PUSKUD Sulut mengatakan bahwa pelaksanaan RAT PUSKUD Sulut 2021 ini menjadi babak baru Pusat Koperasi Sulut dalam menentukan arah usaha untuk kesejahteraan rakyat melalui Koperasi Unit Desa (KUD) di Sulawesi Utara, bakal terwujud.

Hal senada diungkapkan Hamdan Mokodompit. Menurutnya RAT PUSKUD Sulut kali ini telah menyatukan para mantan pengurus era tahunn1980-an sampai 1990-an.

“Sejujurnya, saya kagum. Dalam RAT PUSKUD kali ini mampu menyatukan mantan pengurus PUSKUD Sulut di era 1980-an dan 1990-an. Mengapa? Karena baik RAT PUSKUD Sulut yang telah dilaksanakan di Kota Bitung (hadir Tokoh PUSKUD Sulut Alfreds Pangalila Cs), di Minut (Yotam Cs), di Tomohon, di Kawangkoan serta di Kota Kotamobagu, saat ini justru mereka merekomendasikan Bapak Inyo Koloay sebagai Tokoh Pemersatu PUSKUD untuk memimpin PUSKUD Sulut Periode 2021-2026,” ungkap Hamdan Mokodompit.

Di lain sisi, mantan Ketua PUSKUD Sulut, Wati berharap, Kepengurusan PUSKUD Sulut kedepan dipimpin Inyo Koloay selaku Tokoh Koperasi yang sukses di Sulut akan membawa kejayaan Koperasi di daerah ini.

“Pak Inyo Koloay merupakan pejuang Koperasi di Sulut. Beliau juga selain pernah menjadi Dirut PUSKUD Sulut di masa lalu, juga mengetahui Aset PUSKUD Sulut sekira Rp 300 miliar yang tersebar di Sulut,” ujar Wati.

Wati yang dikenal sebagai mantan Asisten dan Ketua PUSKUD Sulut pada masa Gubernur H.V. Worang sampai Gubernur C.J. Rantung juga membeberkan bahwa setelah masa Iyo Koloay memimpin PUSKUD Sulut di masa itu, para pengurus menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan, bahkan oknum Direktur PUSKUD Sulut kala itu menjual Aset tanpa persetujuan anggota dan tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

” Saya begitu menyesali apa yang terjadi akhir-akhir ini, amat terlebih para mantan Kadis Koperasi Provinsi Sulut yang ikut membela, bahkan ikut serta menghancurkan PUSKUD Sulut,” ucap Wati.

Menurut dia, oknum-oknum itu, lupa bahwa Bank Sulut ikut diselamatkan dari dana penyertaan modal (DPM) Sulut, yang pada saat itu Ketua PUSKUD Sulut, Hesky Montong yang juga Komisaris pada Bank Sulut.

IMG-20210815-WA0036

“Artinya jangan melupakan sejarah. PUSKUD Sulut pernah berjaya dan berjasa bagi Sulawesi Utara. Saya juga berharap pengurus kedepan dapat menyelesaikan polemik saat ini, antara lain PUSKUD Sulut harus bangkitkan seluruh anggota yang tercatat sebanyak 240-an Koperasi. Koperasi Sulut ini harus bangkit kembali dan menunjang program OD-SK (Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw,” terang Wati.

Selain itu, tambah dia, patut ditertibkan kembali Aset-Aset PUSKUD Sulut.

“Saya percaya bapak Inyo Koloay yang pernah menjadi Dirut PUSKUD Sulut mengetahui seluruh Aset, dan selanjutnya berjuang untuk mendapatkan kembali Dana (DPM) yang tertahan pada Induk Koperasi Unit Desa yang ada di pusat,” imbuh Wati.

Hal lain diungkapkan Bu’ Hengky Rumengan. Selain ia mendukung pelaksanaan RAT PUSKUD Sulut ini, Rumengan juga hadir pada saat RAT PUSKUD Sulut di Amurang.

“Memang, saya mengusulkan bapak Inyo Koloay memimpin PUSKUD Sulut kedepan. Beliau adalah Tokoh Pemersatu yang tidak pernah terlibat dalam penjualan Aset. Pak Inyo yang ikut membawa PUSKUD Sulut berjaya, bahkan dana penyertaan modal (DPM) pertama, beliau yang mengurus hingga tuntas, sehingga saya saat itu sebagai Direktur Keuangan bersama Ketua PUSKUD saat itu Bapak Hesky Montong menyerahkan dana Rp 20 Miliar kepada Bank Sulut,” tutur Rumengan.

“Untuk itu, RAT paripurna di Mercure Hotel ini akan menjadi solusi bagi seluruh Anggota PUSKUD dalam menentukan pengurus definitif yang secara de jure dan de facto diakui sebagian besar Anggota PUSKUD dan diakui oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Karena dalam 10 tahun terakhir, Dinas Koperasi Sulut ikut menghancurkan PUSKUD,” sambungnya.

Diketahui, acara RAT PUSKUD Sulut 2021 ini dihadiri unsur Forkompinda Sulut dan diakhiri dengan penyerahan Pataka sebagai tanda demisionernya pengurus lama PUSKUD Sulut Pangalila-Tangkudung. Pataka diserahkan pada Pimpinan RAT PUSKUD Sulut Roy Kodoati SE MSi selaku Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Utara.

Pada kesempatan lain, Kaban Kesbangpol Sulut, Evans Steven Liow S.Sos yang memantau pelaksanaan RAT PUSKUD Sulut mengatakan bahwa dualisme pengurus adalah presenden buruk setiap organisasi, begitu juga dengan PUSKUD Sulut.

“Akan tetapi selama dua bulan terakhir ini, konsolidasi Pengurus dan Anggota PUSKUD Sulut dipantau oleh Badan Kesbangpol Sulut, termasuk kami meneliti, dan benar kepemimpinan Pangalila-Tangkudung terdaftar di Kesbangpol tahun 2017 dan berita acara pengesahan RAT di jaman Pak Rene Hosang, Kadis Koperasi menyatakan sah RAT Tahun 2015 yang lalu. Dan kami mengikuti RAT yang dilaksanakan di Kota Bitung, Minahasa, Tomohon dan Minsel bahkan di Kota Kotamobagu,” kata Liow.

“Semua berjalan penuh dinamika tetapi lancar dan sesuai AD/RT PUSKUD Sulut. Setelah kami ikuti semua pada persepsi yang sama menolak pengurus yang melakukan penjualan Aset PUSKUD Sulut. Sehingga sebagian besar mendukung Pak Inyo Koloay sebagai Formatur Tunggal pada RAT PUSKUD Sulut ini,” tutup Liow. (*/Ferry)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*