Petani Mitra Ini Merugi, Gegara Mesin Potong Padi Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba

oleh
Hotman Rindu, Petani Minahasa Tenggara (Mitra)

Loading

IMG-20210128-WA0137

 

MITRA, MediaManado.com – Gegara mesin pemotong padi tidak kunjung tiba, petani di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ini merugi saat panen padi sawah.

Hal itu dialami Kepala Kelompok Tani  Mitra Jaya, Hotman Rindu. Padahal mesin pemotong padi di kala panen merupakan bantuan pemerintah guna membantu para petani sawah di wilayah itu.

Hotman pun kecewa, karena padi yang seharusnya panen pada waktunya dan bisa terhindar dari cuaca hujan, akhirnya rusak terendam air. Dengan begitu, masa panen padi sawah kali ini tidak seperti yang diharapkannya, malahan ia merugi.

Ditemui wartawan, Kamis (28/01/2021), petani Hotman Rindu menuturkan bahwa panen padi sawah pada musim panen kali ini, kurang berhasil akibat operator mesin pemotong padi tidak menepati janji untuk datang memotong padi menggunakan mesin tersebut.

Hotman Rindu, Petani Minahasa Tenggara (Mitra)
Hotman Rindu, Petani Minahasa Tenggara (Mitra)

 

“Saya sudah menghubungi Pak Steven Wulur selaku operator mesin pemotong padi, sejak Jumat minggu kemarin. Namun dia hanya sampai dijanji – janji namun sampai saat ini tidak kunjung datang,” kata Hotman.

Padahal Steven Wulur, sang operator mesin pemotong padi telah dihubungi sebelumnya. Operator inipun berjanji datang memotong padi pada Senin pekan silam. Namun tidak datang. Demikian pula janji operator untuk datang pada hari Selasa, Rabu hingga saat inipun, tidak ditepatinya.

“So berapa hari ini, saya sewa 5 orang pekerja untuk pekerjaan potong padi manual. Selain rugi waktu dan materi, padi banyak yang rusak karena terendam air, dan sudah pasti kalau dijual sudah turun harga,” terang Hotman.

Padahal, kata Hotman, mesin tersebut merupakan milik pemerintah yang disediakan untuk dipakai masyarakat demi membantu para petani,

” Itu alat yang pemerintah sediakan untuk membantu torang masyarakat petani. Deng itu bukan milik pribadi. Alat cuman ta parkir percuma nda dipakai. Giliran petani mo pake cuman mo tunda – tunda, seakan-akan itu so jadi milik pribadi,” terang Hotman seraya menambahkan bahwa bilamana berhalangan, mesin pemotong padi bisa dipakai operator lain.

IMG-20210128-WA0135

“Saya sudah hubungi operator yang lain yang punya SK Bupati dan siap untuk bawa alat tersebut, tapi sayang tidak di kasih,” ucap Hotman.

Ia pun minta agar Bupati James Sumendap SH untuk melihat dan membantu masyarakat petani saat ini.

Di tempat terpisah kepada wartawan Steven Wulur selaku Operator Alat pemotong padi mengatakan bahwa bukan ia mengulur waktu akan tetapi saat ini lagi sibuk

” Saya bukannya menunda Nunda waktu untuk kesana, namun pak Hotman sejak pertama sudah tahu kalau saya sedang kerja di tempat lain, dan tidak mungkin saya tinggalkan,” kata Steven.

Steven Wulur, Operator mesin pemotong padi
Steven Wulur, Operator mesin pemotong padi

Ia juga mengatakan kalau alat yang saat ini ada padanya, merupakan tanggung jawab yang diberikan Dinas Pertanian.

“Alat yang ada ini merupakan tanggung jawab saya. Alat sekarang ada. Kalau memang mau dipakai dan menggunakan operator yang lain silakan. Namun jika terjadi sesuatu, itu bukan tanggungjawab saya,” tandas Steven.

( Alfian Soriton )