PEWARNA Sulut – TAC – Polda Sulut Gelar FGD Bicara Pemilu 2019

oleh
DPD PEWARNA Sulut sebagai panitia FGD bersama Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito

Loading

Focus Group Discussion (FGD) menghadirkan Kapolda Sulut sebagai keynote speaker, TAC, IJTI dengan tema Mewujudkan PEMILU 2019 aman, damai, sejuk dan tanpa Hoax, Selasa (23/10/2018)
Focus Group Discussion (FGD) menghadirkan Kapolda Sulut sebagai keynote speaker, TAC, IJTI dengan tema Mewujudkan PEMILU 2019 aman, damai, sejuk dan tanpa Hoax, Selasa (23/10/2018)

 

MANADO, MediaManado.com – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Nasrani (DPD PEWARNA) Sulut bekerjasama dengan Tumbelaka Akademic Centre (TAC) dan Polda Sulut menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema Mewujudkan PEMILU 2019 yang aman, damai, sejuk dan tanpa hoax di hotel Ibis Manado, Selasa (22/10/2019) sore.

FGD ini menghadirkan keynote speaker Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito dengan pembicara pembanding Taufik Manuel Tumbelaka dari Tumbelaka Academic Centre (TAC) dan Amanda Komaling Ketua IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Sulut mewakili para Jurnalis di Sulut.

Ada sejumlah poin penting yang lahir dari forum diskusi yang dihadiri juga Ketua Komisi I DPRD Sulut Drs Ferdinand Mewengkang MSi, Komisioner KPU Sulut Medy Tinangon SH, Anggota Bawaslu Sulut, perwakilan Badan Kesbangpol Provinsi Sulut, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulut,Ketua KNPI Sulut Jackson Kumaat, Ketua Partai Politik (Parpol) atau yang mewakili, para Calon Legislatif, Ketua PWI Vocke Lontaan SE, IWO Sulut, organisasi jurnalis lainnya dan para jurnalis dari berbagai media massa, elektronik dan online dipandu fasilitator Deysi Holung dari Radio Sion Tomohon.

Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito memberikan sejumlah poin yang terkait dengan PEMILU aman, damai, sejuk dan tanpa hoax diantaranya, ajakan kepada seluruh elemen anak bangsa di Sulut untuk tetap memiliki komitmen yang kuat menciptakan situasi dan stabilitas daerah yang aman. Bahkan, Orang nomor satu di jajaran Polda Sulut ini menjamin bahwa aparat keamanan baik dari Polri maupun TNI senantiasa akan terus mengawal penyelenggaraan pesta demokrasi agar bisa berlangsung dengan lancar tanpa gangguan kamtibmas.

Ketua Komisi I DPRD Sulut Drs Ferdinand Mewengkang MSi saat menyampaikan pendapat dan masukan
Ketua Komisi I DPRD Sulut Drs Ferdinand Mewengkang MSi saat menyampaikan pendapat dan masukan

Kapolda Bambang selaku keynote speaker juga menyorot maraknya berita hoax yang menyebar melalui media sosial yang pada dasarnya hanya menciptakan instabilitas dan rasa tidak nyaman masyarakat. Media dan para jurnalis pun diminta Kapolda untuk berperan memerangi berita hoax, meluruskan berita yang tidak akurat, dan menjadi ibarat water coolant bagi masyarakat luas.

Selain itu, Kapolda Sulut juga meminta pihak penyelenggara dalam hal ini KPU Sulut dan Bawaslu Sulut untuk berjalan pada koridor aturan yang sudah ditetapkan untuk pelaksanaan PEMILU, Pilpres dan Pileg pada 2019 nanti termasuk tahapan tahapan yang kini sedang berlangsung.

Taufik Manuel Tumbelaka dari Tumbelaka Academic Centre (TAC) mengupas seputar peran para Parpol, para Caleg dalam menciptakan suasana pesta politik yang bermartabat. Etika politik dan kesadaran berpolitik santun juga sangat penting dimainkan para Parpol dan Caleg, sehingga norma dan nilai moral tidak dikesampingkan dalam memnuhi tujuan politik itu sendiri. Dengan begitu berpikir dan bertindak setiap parpol dan caleg sesuai dengan kewarasan dan kesadaran pada nilai eksistensi bernegara dan berbangsa.

Pembicara pembanding Amanda Komaling dari IJTI mewakili para jurnalis menyorot eksistensi pekerja media yang tidak mudah percaya pada suatu fakta, melainkan harus diuji dari berbagai sisi sehingga pada akhirnya melahirkan sebuah keputusan moral berdasarkan etika jurnalistik untuk sebuah berita akurat yang layak disebarluaskan untuk masyarakat dan tidak menimbulkan keraguan, kecemasan bahkan melahirkan perpecahan.

DPD PEWARNA Sulut sebagai panitia FGD bersama Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito
DPD PEWARNA Sulut sebagai panitia FGD bersama Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito

Ketua Komisi I DPRD Sulut Drs Ferdinand Mewengkang MSi menyenti peran serta KPU dan Bawaslu Sulut dalam mewujudkan tanggungjawab sebagai penyelenggara PEMILU. Sehingga, kedua penyelenggara PEMILU ini, haruslah benar-benar teliti dan mawas diri pada tugas yang dipercayakan negara, sekalipun masalahnya kecil pada tata kelola administrasi tahapan-tahapan PEMILU, yang berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat. Ini harus dhindari dan diperbaiki, kata Mewengkang.

Komisioner KPU Sulut Medy Tinangon SH memaparkan tugas dan tanggungjawab KPU Sulut sebagai penyelenggara PEMILU di daerah. Dia pun mengakui bahwa KPU Sulut masih membutuhkan pencerahan, masukan untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggungjawab di lapangan. Koridor aturan yang sudah ditetapkan KPU Pusat melalui undang-undang maupun peraturan KPU, tetap dilakukan.

Sementara anggota Bawaslu Sulut mengungkap bahwa berbagai laporan dan temuan Bawaslu pada setiap pesta demokrasi tetap diakomodir dan ditindaklanjuti pada tahapan selanjutnya, bahkan bilamana masalah yang ditemukan menyangkut pidana PEMILU ataupun pidana umum dalam pesta demokrasi, akan terus dikolaborasikan penyelesaiannya berdasarkan aturan yang berlaku.

Dari beberapa poin diskusi yang berlangsung, dapat ditarik kesimpulan bahwa elemen masyarakat tetap komitmen menciptakan dan menjaga stabilitas daerah, aparat keamanan tetap menjalankan fungsinya untuk mengayomi masyarakat, pemerintah daerahpun terus menerus menggaungkan rasa aman, dan parpol, caleg dan jurnalis sepakat untuk memberikan informasi yang benar, akurat dan adil pada masyarakat luas.

Para peserta Fokus Group Discussion (FGD) yang digelar tiga lembaga inipun sepakat dan berkomitmen untuk mewujudkan PEMILU 2019 yang aman, damai, sejuk dan tanpa hoax. (ferry)