Polimdo Kembangkan TEFA dan Pusat Sertifikasi, Siapkan Lulusan Vokasi Lebih Kompetitif

oleh

Loading

MANADO, Mediamanado.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui penguatan Teaching Factory (TEFA), pengembangan pusat sertifikasi kompetensi, serta penyediaan fasilitas pembelajaran yang semakin representatif. Upaya tersebut dilakukan untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Polimdo, Maryke Alelo, saat memaparkan perkembangan institusi di hadapan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam kunjungannya ke Polimdo, Rabu (1/7/2026).

Maryke menjelaskan, pengembangan Polimdo tidak hanya berfokus pada peningkatan proses belajar mengajar, tetapi juga diarahkan pada penyediaan fasilitas yang mendukung kenyamanan dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Salah satunya melalui penataan asrama dengan konsep satu mahasiswa menempati satu ranjang dalam setiap kamar.

Di sisi lain, Polimdo juga memperkuat fungsi Unit Development and Training (UDT) sebagai pusat pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi profesi bagi mahasiswa maupun masyarakat.

“Melalui UDT, kami mempersiapkan pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi diving sehingga mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional, dapat memperoleh sertifikasi sesuai standar kompetensi,” kata Maryke.

Menurutnya, UDT kini juga menjadi pusat penyelenggaraan berbagai sertifikasi lainnya. Selain bekerja sama dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia untuk sertifikasi pilot drone, Polimdo juga melaksanakan sertifikasi kemampuan bahasa seperti TOEIC, TOEFL, dan Bahasa Jepang.

Tak hanya itu, sertifikasi kompetensi juga tersedia bagi mahasiswa dari berbagai program studi, mulai dari Teknik Elektro, Teknik Sipil, Pariwisata, Akuntansi, hingga Administrasi Bisnis sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Maryke menuturkan, penguatan pendidikan vokasi juga diwujudkan melalui pengembangan Teaching Factory di setiap jurusan. Model pembelajaran tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar melalui praktik langsung dengan suasana yang menyerupai dunia industri.

Jurusan Pariwisata, misalnya, memiliki fasilitas praktik berupa cafe, bar, dan mini hotel. Jurusan Administrasi Bisnis mengembangkan Polymart sebagai laboratorium bisnis, sementara Jurusan Teknik Sipil menerapkan Teaching Factory berbasis Building Information Modeling (BIM). Adapun Jurusan Teknik Elektro mengembangkan TEFA yang berfokus pada peningkatan kompetensi di bidang ketenagalistrikan dan teknologi.

Sementara itu, Jurusan Akuntansi tengah mengembangkan unit usaha berbasis kewirausahaan sebagai bagian dari implementasi pendidikan vokasi yang mengintegrasikan proses pembelajaran dengan pengalaman bisnis secara nyata.

Menutup pemaparannya, Maryke berharap kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus dapat menghadirkan berbagai masukan strategis bagi pengembangan Polimdo.

“Kami berharap Bapak Dirjen dapat memberikan pemikiran, harapan, dan ide-ide yang menjadi masukan bagi pengembangan Politeknik Negeri Manado agar semakin maju serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Maryke.

(YB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *