Polimdo Sesuaikan Renstra 2025–2029, Libatkan Pemerintah dan Dunia Industri

oleh

Loading

MANADO, Mediamanado.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) mulai mematangkan arah pengembangan institusi untuk lima tahun ke depan melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Polimdo 2025–2029, Selasa (11/8/2026).

Pembahasan Renstra tersebut dilakukan untuk merespons dinamika kebijakan pemerintah dan perkembangan kebutuhan dunia pendidikan vokasi. Polimdo menilai sejumlah indikator dalam Renstra perlu diperbarui, termasuk penyesuaian dengan kebijakan kementerian serta aspek Sustainable Development Goals (SDGs).

Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet Makinggung, mengatakan Renstra Polimdo untuk periode 2025–2029 sebelumnya telah ditetapkan. Namun, adanya perkembangan kebijakan di tingkat kementerian membuat sejumlah indikator perlu disesuaikan dan diperbarui.

“Renstra kita memang untuk periode 2025–2029. Tetapi dengan adanya perkembangan dari pihak kementerian pada tahun 2026, terdapat sejumlah indikator baru, termasuk aspek Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga perlu dilakukan perubahan dan penyesuaian,” ujar Juliet.

Menurutnya, proses penyesuaian Renstra tidak cukup dilakukan hanya melalui pembahasan internal institusi. Polimdo karena itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia industri, asosiasi, hingga pelaku dan pemangku kepentingan di bidang kewirausahaan.

Keterlibatan para mitra tersebut dinilai penting untuk memberikan masukan strategis mengenai arah pengembangan Polimdo dalam lima tahun mendatang. Masukan tersebut mencakup dukungan pemerintah, kebutuhan dunia industri, hingga kompetensi yang dibutuhkan pengguna lulusan.

Juliet menjelaskan, saat ini Polimdo memiliki enam jurusan dengan 21 program studi yang mencakup berbagai bidang, antara lain teknik, akuntansi, administrasi bisnis, dan pariwisata.

Juliet menegaskan, Polimdo terus diarahkan menjadi institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada penghasilan lulusan, tetapi juga mampu menjadi pusat rujukan bagi dunia industri dan masyarakat dalam pengembangan teknologi, inovasi, serta transformasi digital.

“Harapan kami, Polimdo nantinya menjadi pusat yang dicari oleh industri maupun masyarakat. Bukan hanya menghasilkan alumni, tetapi juga mampu menghasilkan teknologi dan inovasi yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat,” katanya.

Arah pengembangan tersebut, lanjut Juliet, sejalan dengan visi dan misi Polimdo, khususnya dalam penerapan pembelajaran transformatif melalui pendekatan project-based learning.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga didorong untuk menghasilkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan dunia industri.

Juliet juga menekankan pentingnya penguatan tiga fungsi utama perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga fungsi tersebut harus ditopang dengan pengelolaan sumber daya yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada peningkatan kualitas institusi.

“Karena itu, masukan dari seluruh mitra sangat penting dalam penyusunan Renstra ini agar kebijakan dan langkah strategis yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ke depan,” pungkasnya.

(YB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *