MANADO, MediaManado.com – Gubernur Yulius Selvanus SE begitu prihatin dengan musibah bencana yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin (05/01/2026). Peristiwa ini menelan korban 11 jiwa meninggal dunia, 4 orang belum ditemukan dan 18 orang luka-luka
Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 11 jiwa, korban hilang 4 orang, dan korban luka-luka 18 orang. Sementara dua korban luka-luka dirujuk ke Manado untuk mendapatkan perawatan medis.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulut menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang yang terjadi di siau, kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” ungkap Gubernur Yulius usai Apel Perdana ASN tahun 2026.
Menurut Gubernur Yulius Selvanus, Pemprov Sulut akan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.
“Pemerintah Provinsi akan semaksimal mungkin membantu meringankan beban masyarakat di Siau. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Kita semua berharap cuaca segera kembali normal,” tandas Gubernur Yulius Selvanus.
Orang Nomor Satu di Bumi Nyiur Melambai Propinsi Sulut ini telah memerintahkan jajaran terkait di Pemprov Sulut untuk segera memberikan bantuan Alat berat, kebutuhan bayi, kebutuhan lansia, pakaian, kasur, makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat sementara melakukan penanganan darurat.
Adapun lokasi bencana alam ini melanda Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kelurahan Bahu, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, dan Kampung Salili. (*/Ferry)
Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.





