Proyek Rehab Gedung Operasi Covid Minut Ada Aroma Indikasi Dugaan Korupsi

oleh
Noris Tirayoh dan Sandra Rotty

Loading

Menurut Dirut Sandra Rotty, sebagaimana gambar-gambar yang beredar di sejumlah media sosial pada lokasi bangunan RSUD Maria Walanda Maramis, bukanlah proyek rehab untuk Operasi Covid senilai Rp.3,8 Miliar.
Menurut Dirut Sandra Rotty, sebagaimana gambar-gambar yang beredar di sejumlah media sosial pada lokasi bangunan RSUD Maria Walanda Maramis, bukanlah proyek rehab untuk Operasi Covid senilai Rp.3,8 Miliar.

MINUT, Mediamanado – Indikasi dugaan korupsi terjadi pada proyek rehabilitasi gedung operasi Covid 19 di RSUD Maria Walanda Maramis, kian mencuat. Pasalnya, selain pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan hanya 1 bulan, pernyataan Dirut Sandra Rotty berbeda dengan pekerja yang ada di lokasi pekerjaan.

Kepada awak media, Sandra mengaku jika pekerjaan sudah selesai dan saat ini tahap pemeliharaan.
“Mengenai gedung operasi Covid sudah selesai dan tinggal menunggu Audit dari BPK. Dan perlu dijelaskan bahwa pelaksana tersebut tidak ada hubungannya dengan proyek Alkes 2014,” ujar Sandra yang adalah mantan Kadis Kesehatan di tahun 2014, pada selasa (5/01/21) malam kemarin.

Noris Tirayoh dan Sandra Rotty
Noris Tirayoh     dan    Sandra Rotty

Menurut Aktifitas pemerhati masyarakat Anti Korupsi Noris Tirayoh menjelaskan, bahwa dirinya telah melakukan investigasi terkait proyek ini. Untuk itu, dirinya melakukan on the spot di lokasi pekerjaan.
“Berdasarkan amatan saya di lokasi, baru 1 item pekerjaan saja seperti pengecatan belum selesai. Harus menunggu yang satunya kering baru di cat lagi. Kemudian logika pada bagian luar, ada satu dinding namun berbeda pekerjaan di dalam diplaster sementara bagian luar tidak. Itu saja sudah jelas bahwa pekerjaan belum selesai.

Di tempat yang sama juga terdapat exhouse yang belum terpasang. Demikian juga dengan pemasangan plafon dan tidak mungkin bahan dan alat yang belum terpasang titipan orang untuk numpang simpan,” katanya.

Berbicara soal proyek banguban operasi Covid. Ditambahkan Tirayoh, artinya ruangan yang dibuat steril.
“Kalau ruang operasi berarti harus steril. Saat ini jangankan bersih, lihat saja pada gambar-gambar dokumentasi yang telah saya ambil. Kan tempat itu dibuat dengan anggaran miliaran bukan untuk tempat nongkrong atau tempat merokok.

Sehingga saya simpulkan bahwa dugaan proyek ini belum rampung. Hal tersebut berdasarkan hasil pengamatan, hasil wawancara dengan para pekerja dan rekaman dokumentasi yang saya dapat,” tegasnya seraya menyebut jika dirinya tetap mengedepankan asas praduga dan sepakat dengan dokter Sandra jika menunggu hasil Audit BPK.

Saat ini, dirinya juga sementara mencari informasi soal pencairan, tambah Noris. Jika nantinya proyek ini sudah dicairkan seratus persen (100 %), dan pekerjaan masih seperti ini dan batas kontrak sudah selesai, maka diduga kuat telah terjadi perbuatan melawan hukum.

“Saya punya pengamatan lain, jika telah terjadi perbuatan melawan hukum, maka aparat hukum tidak harus menunggu hasil Audit BPK. karena indikasi dugaan korupsi sudah jelas. Dan saya berkeyakinan jika proyek rehab gedung operasi Covid di RSUD Maria Walanda Maramis tidak rampung seratus persen,” tukasnya.

Terkait realisasi anggaran proyek apakah sudah pencairan seratus persen, Dirut Sandra Rotty terinformasi selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek tersebut belum berhasil dikonfirmasi hingga sore menjelang malam tadi.

Sementara, Kadis Kesehatan dokter Alain Beyah kepada Mediamanado sore tadi mengatakan, sebagai fungsi garis koordinasi dibawa Dinas Kesehatan, RSUD sudah melaporkan proyek tersebut jika sudah selesai.

“Namun memang saat ini masih tahap pemeliharaan, saya sampaikan agar yang belum rampung di cat agar segera ditambah. Pun pekerjaan yang ekstra cepat ini karena diburu tahun anggaran yang sudah berakhir tahun 2020, berdasarkan laporan, jika pelaksana proyek belum menerima pembayaran seluruhnya atau belum realisasi seratus persen,” tambah Kadis Kesehatan. (*)

Penulis : Sweidy Pongoh