MANADO, Mediamanado.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar oleh Komisi III DPRD Provinsi Sulut dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sulut, pada Selasa (21/10/2025) di ruang Komisi III DPRD Sulut.
Tujuan RDP ini untuk mendapatkan data program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pihak BPJN Wilayah Sulut di tahun 2026.
Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Ringgo Radetyo, selaku Satker BPJN Wilayah I Sulut.
“Kami menilai RDP ini cukup kondusif artinya Komisi III DPRD Sulut meminta gambaran pelaksanaan tahun ini dan program di tahun depan, sebagaimana yang kami sampaikan tadi untuk program tahun ini kami masih kerjakan dan masih on the track dan kami yakin penyerapan akan 99% diakhir tahun ini,” ujar Ringgo saat jumpa pers.
Sementara itu untuk program di tahun depan, Ringgo Radetyo pun menyebut memang sidah ada perencanaan namun masih menunggu keputusan anggaran finalnya seperti apa.
“Program tahun 2026 sendiri memang sudah masuk dalam perencanaan, namun kami masih menunggu ketuk palu untuk anggaran finalnya,” sebutnya.
Ringgo Radetyo pun menambahkan untuk program tahun 2025 diakuinya ada penambahan anggaran dikarenakan adanya Inpres Jalan Daerah, oleh karenanya Ringgo pun berharap dukungan dari pihak Pemerintah daerah untuk kelancaran pekerjaan.
“Untuk tahun ini memang ada beberapa penambahan anggaran karena munculnya Inpres jalan daerah dengan pengerjaannya yang cukup singkat yaitu sekitar 2-3 bulan saja
hingga akhir tahun, oleh itu kami meminta dukungan dari pihak pemerintah daerah termasuk dari Komisi III DPRD Sulut untuk bisa memfasilitasi kelancaran pekerjaan dilokasi,” ungkap Ringgo.
Dalam RDP itu juga Ringgo Redetyo mengungkapkan bahwa turut dibahas juga mengenai kelanjutan proyek Manado Outer Ring Road (MORR).
“Untuk MORR itu sendiri ada beberapa lahan yang sementara negosoasi dan konsinyasi untuk tahap 3 dan 4, jadi kita optimalkan dulu yang bisa kita masuk sambil koordinasi dengan Dinas Perkimtan dan Pertanahan di Minahasa, target kita MORR 3 tahap 4 ini 2,6 KM dan MORR 3 tahap 5 ada 3,7 KM jadi totalnya ada 6,3 KM itu sudah sampai di Winangun,” pungkas Ringgo.
(DM)





