Ringkuangan: Ketahanan dan Sumber Produksi Pangan Jadi Solusi Praktis Hadapi Kemarau

oleh

Loading

 

MANADO, MediaManado.com – Pemprov Sulut kini dihadapkan dengan kondisi kemarau yang panjang, sebagaimana diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi terjadinya musim kemarau tahun 2026 ini. Menurut BMKG, kemarau akan berlangsung lebih kering dan lebih lama dari kondisi normal.

Demikian disampaikan Gubernur Yulius Selvanus SE melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jemmy Ringkuangan AP MSI di Manado, Selasa (07/04/2026).

Untuk itu, tambah Ringkuangan, Pemprov Sulut akan melakukan langkah-langkah antisipatif secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan, untuk menghadapi musim kemarau tahun ini.

“Kami terus memperkuat upaya dalam menjaga ketahanan pangan dan sumber-sumber produksi pangan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi lintas sektor,” terang Ringkuangan.

Selain itu, sinergitas antar lembaga maupun pemerintah, baik pusat hingga daerah terus diperkuat sehingga langkah strategis yang diambil berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami mengajak seluruh komponen daerah untuk bekerja bersama dan bersama bekerja, saling menguatkan peran masing-masing, sehingga upaya menghadapi kemarau ini dapat dilakukan secara kolektif dan bertanggung jawab,” ajaknya.

Bahkan, arahan dan kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, menjadi landasan kuat dalam memastikan seluruh jajaran bergerak secara solid, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, kami optimistis seluruh langkah mitigasi dapat berjalan dengan baik, sehingga stabilitas ekonomi daerah, khususnya sektor pangan dan pelayanan dasar, tetap terjaga,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya bersama, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak, menjaga lingkungan sekitar, serta menghindari praktik pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan dampak kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meyakini bahwa tantangan jika terjadi kemarau tahun 2026 dapat dihadapi dengan baik, demi menjaga keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara.(**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *