http://mediamanado.com/wp-content/uploads/2014/05/iklan10a1.jpg
Breaking News

Rp 14 Miliar Kasus PDAM Duasudara Bitung, Icad Ditahan Kejati Sulut

IMG-20220609-WA0123_640x426

 

MANADO, MediaManado.com -Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melalui Tim Penuntut Umum menahan tersangka RRJL alias Icad (49), setelah pihak Penyidikan Polda Sulut menyerahkan tersangka dan barang bukti (tahap II), Kamis (09/06/2022).

Penahanan ini dilakukan terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  pada kegiatan Hibah Air Minum Kota Bitung bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Tahun Anggaran 2017 dan 2018 di lingkungan PDAM Duasudara Bitung.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Edy Birton, SH.MH melalui Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, SH.MH menyebutkan bahwa Kasus ini diduga melanggar Pasal 2 ayat (1), dan atau Pasal 3 j.o Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi j.o Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Adapun posisi perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh tersangka RRJL Alias Icad (Pjs Direktur PDMA Duasudara Bitung), berawal pada tahun anggaran 2016 Kementrian PUPR mengundang Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang bersedia mengikuti program hibah air minum.

Salah satu pemerintah daerah yang bersedia adalah Pemerintah Kota Bitung. Kemudian pemerintah daerah yang bersedia mengikuti program dimaksud, diminta melengkapi persyaratan/ kriteria, sehingga Pemerintah Kota Bitung melalui Direktur PDAM Duasudara Bitung, membuat surat pernyataan bahwa PDAM Duasudara memiliki Idle Capacity sebesar 50 liter/detik dan memiliki daftar calon penerima manfaat.

Surat pernyataan tersebut salah satu syarat yang paling mendasar, sehingga dapat ditetapkan sebagai penerima program hibah air minum.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh ahli pengairan dan Politehnik Negeri Manado bahwa pihak PDAM Bitung tidak memiliki Idle Capacity sebesar 50 liter/detik, melainkan selisih kurang dari skema yang direncanakan (dalam skema rencana = 285.00 liter/detik sedangkan yang tersedia = 237.52 liter/detik sehingga selisi kurang 47.48 liter/detik).

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepada tim pendata calon penerima manfaat yang dibentuk oleh Direktur PDAM Duasudara Bitung bahwa tidak tahu persis jumlah data calon penerima yang didata oleh tim pendataan tersebut.

Sedangkan data tersebut digunakan sebagai daftar calon penerima manfaat yang kemudian diserahkan kepada Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR dan sebagai salah satu kriteria, sehingga dapat ditetapkan selaku penerima program hibah air minum.

Akibat perbuatan tersangka mengakibatkan, kerugian negara sebesar Rp. 14.000.000.000, (Empat belas Miliyar Rupiah).

Perbuatan tersangka sebagaimana diancam dan diatur dalam Pasal 2 ayat (1), dan atau Pasal 3 j.o Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi j.o Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Selanjutnya tersangka ditahan oleh Penuntut Umum selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 09 Juni 2022 s/d 28 Juni 2022 di Rutan Polda Sulut, berdasarkan Surat Perintah Penahanan yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bitung Frenkie Son, SH., MM., MH Nomor: PRINT – 749/P.1.14/Ft.1/06/2022 tanggal 09 Juni 2022 atas nama tersangka RRJL Alias Icad.

Penyerahan tersangka ini diterima langsung oleh Pingkan Gerungan, S.H., M.H. selaku Kepala Seksi Penuntutan pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulut beserta Tim Penuntut Umum lainnya dan tersangka didampingi oleh Penasihat Hukum. (Ferry/Kejatisulut)

About Ferry Assa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*