Sejarah Dunia: Kunjungan Pertama Pemimpin Uni Soviet ke Washington DC

oleh

Loading

12. 9. 4.

Foto Khrushchev ketika disambut oleh Presiden Amerika Serikat ke 34 Dwight D. Eisenhower. (Foto: History.com)

MEDIAMANADO.COM – PASCAPERANG Dunia II, mendadak dunia terbagi kepada dua kutub yang berbeda, yaitu Barat dan Timur. Kutub Barat dikuasai oleh Amerika Serikat (AS) sedangkan Timur dikuasai oleh Uni Soviet.

Terbaginya dua kutub ini tentu saja menimbulkan ketegangan tersendiri antara kedua negara yang ingin saling mendominasi. Hal inilah yang memicu fenomena Perang Dingin.

Namun pada 15 September 1959, mata dunia langsung tertuju ke Negeri Paman Sam. Pasalnya, pada tanggal itu, pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev melakukan kunjungannya ke AS. Tentu saja hal ini banyak dipandang banyak pihak sebagai momen unik dan dramatis di tengah menegangnya hubungan AS dan Uni Soviet.

Khrushchev menjadi pemimpin Uni Soviet pada 1954 tepatnya usai Joseph Stalin wafat. Komunitas internasional memandang Khrushchev tidak akan memberikan perbedaan yang berarti di Uni Soviet mengingat ia adalah salah seorang pendukung setia dari Stalin.

Ternyata Khrushchev langsung membuat “gelombang” di perpolitikan internasional ketika ia mengumumkan, Uni Soviet akan mencoba hidup berdampingan dengan damai bersama Negeri Paman Sam. Bahkan ia mencela paham Stalinisme yang berlebihan yang dianut oleh Uni Soviet.

Pada akhir 1950-an, Khrushchev kerap berusaha semakin menguatkan hubungan dengan AS. Bahkan ia terkadang memuji Presiden  Dwight D. Eisenhower. Khrushchev menyebut Presiden AS ke-34 itu sebagai sosok pria yang mencari perdamaian dunia.

Hal ini mencapai titik klimaksnya ketika pada 15 September 1959 ia mengunjungi Negeri Paman Sam. Sesampainya di AS, Khrushchev mengunjungi beberapa acara resepsi formal yang diadakan untuknya serta berkeliling di pusat kota Washington DC.

“Dengan hati yang terbuka dan maksud yang baik. Warga Soviet ingin hidup secara bersahabat dengan warga Amerika,” tutur Khrushchev ketika pertama kali menginjakkan kakinya di bandara AS, sebagaimana dikutip dari History, Kamis (15/9/2016).

Ketika bertemu dengan Eisenhower dan penasihatnya, Khrushchev serta Presiden AS itu berbicara selama dua jam. Puas dengan pembicaraan tersebut, pada jamuan makan malam kenegaraan, Eisenhower mengumumkan AS dan Uni Soviet merupakan negara kuat, sehingga kedua negara tidak boleh bertengkar.

EDITOR : INYO RORIMPANDEY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *