MITRA, MediaManado.com – Menyikapi instruksi Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), James Sumendap SH terkait program Kampung Tangguh dan Kampung Siaga Covid-19, maka setiap pintu masuk di wilayah Watuliney dan Molompar dijaga aparat dan masyarakat desa yang membentuk Posko Gabungan pada 4 titik.
“Dalam pencanangan Kampung Tangguh, maka pada kesempatan ini kami gabungkan kekuatan dua desa untuk berjaga di pintu masuk,” kata Hukum Tua Watuliney Modi Engka, Senin (15/02/2021).
Menurut dia, baik Desa Watuliney maupun Desa Watuliney Tengah, saat ini bergabung untuk sama-sama berjaga di Posko Covid-19.
“Ini semua semata-mata menyikapi instruksi Bapak Bupati James Sumendap mengenai Kampung Tangguh dan Kampung Siaga Covid-19,” tandas Modi Engka.
Iapun menambakan kalau kali ini semua elemen masyarakat dilibatkan demi memutus rantai pandemi Covid-19.
“Dalam kesempatan ini semua kami libatkan, baik aparat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, ASN dan semua terdaftar dalam pos piket, Desa Watuliney maupun Desa Watuliney Tengah,” terang Engka.
Posko Covid-19 dijaga dengan ketat dengan mengunakan Portal. Bagi siapa saja yang tidak memakai masker dilarang melintas. Begitu juga bagi anak – anak yang di bawah usia 16 tahun, termasuk pengendara motor maupun mobil dilarang melintas posko penjagaan, bilamana tidak memakai masker.
Hukum Tua Watuliney Tengah Fery Woinalang menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menerapkan jam malam. Untuk itu, bagi masyarakat yang tidak berkepentingan, maka mulai pukul 22.00 wita tidak ada lagi yang keluar masuk posko penjagaan.
“Pukul 22.00 wita, yang tidak berkepentingan dilarang keluar masuk posko penjagaan, bahkan pada pukul 22.00 wita, kami akan jalan untuk berpatroli dan jika kedapatan ada warung yang buka, maka kami mintakan agar warung tersebut segera ditutup,” tutur Woinalang.
Begitu juga di pintu masuk jalan Trans yang lainnya juga dijaga ketat dua desa yang membentuk posko bersama yaitu Desa Watuliney Indah yang dinahkodai Ance Kumaat dan Desa Molompar Utara Tomas Wulur.
Tiga titik lainnya seperti Desa Malompar oleh Suaib Baso dan sisi perairan laut/ pantai yang merupakan titik keempat diawasi Irpan Idris beserta aparat yang bertugas.
( Alfian Soriton )








