MINUT, Mediamanado – Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan mengantisipasi akan dampak fonomena El-Nino di wilayah Kabupaten Minahasa Utara, berlangsung di ruang rapat Bappeda, Senin (07/08/23) sore tadi.

Dikatakan Sekda Wowiling, bahwa dalam rangka mengantisipasi dampak buruk El-Nino di Kabupaten Minahasa Utara khususnya potensi bahaya kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, yang bisa berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat, maka digelar rapat koordinasi innternal berdasarkan instruksi Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.

Lebih lanjut ditambahkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Minut, Theodore Lumingkewas, bahwa hasil rapat koordinasi tindaklanjut menghadapi ancaman bencana El-Nino tersebut, adalah memastikan setiap OPD terkait kesiapannya.

“Rakor yang dipimpin Sekda ini, adalah bagaimana kami Pemerintah Daerah menyiapkan langkah-langkah mengantisipasi ancaman. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan perkebunan meskipun kosong. Demikian juga, masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, mengatur tata kelola air dengan bijak, dan beradaptasi dengan pola tanah yang ada, dimana agar masyarakat tetap menggunakan air seperlunya atau menghemat agar tidak terjadi kekeringan,” ajaknya.
Namun demikian dikatakan Kalaksa, bahwa pihaknya menunggu arahan dan petunjuk dari Bupati dan Wakil Bupati terkait dengan status siaga bencan yang nantinya akan diputuskan oleh Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Robby Parengkuan mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara jika ada kejadian terkait dampak El-Nino tersebut, maka warga bisa langsung menghubungi call center 112.
“Jika terjadi kebakaran dan atau bencana lainnya, masyarakat bisa menghubungi Call center 112 yang dapat diakses 1 kali 24 jam,” tambahnya.
Untuk diketahui, El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum
Rakor ini diikuti Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra Umbase Mayuntu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Allan Mingkid, Kadis Kesehatan Stella Safitri, Kadis PUPR Noldy Kilapong, Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Usman, Kasat Pol-PP Bobby Nayoan, Kadis Perhubungan Max Wurara, perwakilan RSUD Maria Walanda Maramis, Dirut PDAM Roland Maringka, Kadis Lingkungan Hidup Marthen Sumampouw, Kepala Dinas Pertanian Wangke Karundeng, Kadis Sosial Arnoldus Wolajan, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Fredrik Tulengkey, Kadis Kominfo dan Persandian Robby Parengkuan, Kaban keuangan dan Aset Daerah Kab Minahasa Utara Carla Sigarlaki, Kalaksa BPBD Theodore Lumingkewas, Kadis Ketahanan Pangan Jemmy Kuhu dan Kepala Bagian Pemerintahan. (**)
Sweidy Pongoh





