SKPD Pemkot Manado Saling Tuding Soal Hilangnya Peninggalan Sejarah

oleh
Veld Box Peninggalan sejarah yang tak ternialai harganya, yang harus dilestarikan.

Loading

Veld Box Peninggalan sejarah yang tak ternialai harganya, yang harus dilestarikan.
Veld Box Peninggalan sejarah yang tak ternialai harganya, yang harus dilestarikan.

Mediamanado – Peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya seperti Veld Box yang conon dibangun oleh kolonial belanda sebagai tempat pertahanan dari serangan musuh yang seharusnya di jaga dan dipelihara. Sangat memiriskan, veld box yang berada di bukit Pinaesaan musnah oleh aktifitas kating tanah yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak mengenal sejarah.

Parahnya kehilangan salah satu situs sejarah tersebut dijadikan saling lempar tanggung jawab oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada dilingkup Pemerintah Kota Manado.

Seperti yang diungkapkan oleh Assisten 1 Pemkot Manado, Yosu Pangkerego mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup, dirinya tidak mengetahui keberadaan Veld Box yang ada di Puncak Pinaesaan. “Soal situs sejarah yang ada di bukit itu, saya tidak tahu, kami juga tidak mendapatkan informasi soal keberadaan situs tersebut. Disparbud tidak pernah memberikan data kepada kami. Sewaktu melakukan survey lokasi untuk ijin pengerukan tidak ada informasi bahwa di situ terdapat peninggalan sejarah,” ungkap Pangkerego.

Ungkapan Assisten satu langsung di tanggapi oleh mantan Kadisparbud Manado Peter Assa, yang saat ini menjabat Kepala Bapeda Manado, yang mengatakan BLH yang seharusnya ada koordinasi ke Disparbud Manado sebelum menerbitkan izin aktifitas galian. “Situs budaya yang ada di Manado sedikitnya ada 50 lebih sudah masuk dalam data. Dan lagi data situs budaya dan sejarah tersebut sebelumnya diumumkan dalam rapat lintas SKPD,” terang Assa. (yt)