
MANADO – MediaManado.com – Ternyata keputusan yang di sampaikan langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Manado, tentang kembali ke sekolah pagi dan sudah tidak boleh lagi sekolah siang di langgar oleh tiga sekolah negeri yang top di Kota Manado. Dan ke tiga sekolah tersebut adalah : SMP Negeri 1 Manado, SMP Negeri 2 Manado dan SMP Negeri 4 Manado tetap saja melaksanakan sekolah siang.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Manado Jeane Rey, M.Pd, ketika akan di konfirmasi mengenai hal ini selalu tidak berada di tempat/sekolah. Dan dari informasi yang di dapat dari Wage Makaliwe sebagai urusan kesiswaan dari SMPN 1 Manado mengatakan, memang ada sekolah siang, namun akan segera kembali sekolah pagi ketika bantuan 600 mebeler sudah diterima sekolah dari pemerintah. Dan dari data yang di dapat ada sekitar 1898 siswa yang terbagi dalam 45 ruang kelas yang perkelasnya mencapai 50 sampai 51 siswa, jauh dari kelas ideal yang seharusnya hanya berjumlah 30 sampai 40-an sekian, jelasnya.
Hal yang berbeda disampaiakan kepala sekolah SMP Negeri 2 Manado, Drs David J Matheos MAP mengatakan, dilaklsanakannya sekolah siang tersebut adalah keputusanya, jika tidak hal ini kami ambil, pasti siswa kami tidak tertampung. Harus diakui, bahwa sekolah kami para orang tua serta siswa sangat banyak peminatnya. Sehingga tahun demi tahun pelajaran, peminat atau calon siswa berbendong-bondong mendaftar di sekolahSMP negeri 2 ini. Selain itu, untuk mematuhi aturan yang ada, agar tidak ada lagi persekolahan siang, saat ini sedang menunggu bantuan mebeler yang di janjikan oleh pemerintah. Dan data siswa sekitar 900 lebih siswa dengan mengisi 31 rombel, jelasnya.
Kepsek SMP Negeri 4 Manado Alex Simboh S.Pd menerangkan juga bahwa kebijakan diadakannya sekolah siang karena, ada beberapa ruang kelas yang dulunya terbakar masih sementara menungu bantuan untuk dibangun dan ruang kelas tersebut dari peningalan mantan Kepsek. “Dan saat ini ada 1075 siswa yang belajar di SMPN 4 Manado. Sementara kapasitas 27 rombel. Untuk kelas 7 berjumlah 10 rombel diisi 335 siswa baru dan kapasitas ruangan adalah 32 sampai 40 siswa,” tuturnya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Manado Corry Tendean SH, mengatakan “bahwa sudah ada pengarisan dari Dinas bahwa tidak ada sekolah siang”, dan untuk jelasnya silahkan berkoordinasikan dengan Sekretaris Diknas Drs Daglan Walangitan M.Pd. Ditambahkan Corry, mungkin dalam waktu dekat, sekira satu atau dua bulan ada bantuan untuk pengadaan meja dan kursi bagi sekolah-sekolah tersebut, pungkasnya sambil meninggalkan para wartawan yang sebenarnya banyak akan bertanya akan prestasi bahkan kebobrakan proses belajar mengajar di Kota Manado. Untuk itu, amat sangat disayangka, jika seorang Kepala Dinas Pendidikan seperti Corry Tendean, SH tersebut yang elergi dengan wartawan.
Editor : Dion





