Steven Liow Sebut Pentingnya Milenial Jadi Kader Bela Negara

oleh
EVANS STEVEN LIOW SSOS, Kepala Badan Kesbangpol Daerah Provinsi Sulut

Loading

EVANS STEVEN LIOW SSOS, Kepala Badan Kesbangpol Daerah Provinsi Sulut
EVANS STEVEN LIOW SSOS, Kepala Badan Kesbangpol Daerah Provinsi Sulut

 

MANADO, MediaManado.com – Kegiatan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 01 Juni dan pembukaan Assessment Kader Bela Negara serta ditutup dengan doa oleh tokoh agama (FKUB) melalui Virtual Online dari Ruang Mapalus Kantor Gubernur, berlangsung sukses, Senin (01/06/2020).

Pembukaan assessment Kader Bela Negara ini diikuti secara langsung melalui aplikasi Zoom oleh 500 peserta.

Kepala Badan Kesbangpol Daerah Provinsi Sulut Evans Steven Liow S.Sos mengatakan, Kader Bela Negara bukan wajib militer, namun sebagai hak dan kewajiban yang perlu disiapkan oleh Pemerintah Sulawesi Utara sesuai arahan Kementerian Pertahanan melalui Kesbangpolda Sulut dan merupakan wujud program ODSK 2020.

Menjalankan amanat dari Gubernur Sulawesi Utara dalam arahan di acara Live Event Kader Bela Negara yang memintakan Kesbangpolda untuk merekrut Kader Bela Negara mencapai 25 000 orang hingga akhir tahun 2020 untuk membantu pemerintah menuju New Normal di masa pandemi Covid 19 untuk Indonesia maju Sulut Hebat.

Menurut Liow, kekuatan sebuah daerah dalam menangani penyebaran Covid 19 di Sulawesi Utara tak hanya peralatan kesehatan (Ventilator, PCR, maupun laboratorium serta obat obatan) semata, tetapi juga perilaku manusianya dan masyarakat (rasa nasionalismenya) terhadap cinta terhadap daerah dan terlebih kepada bangsa dan negara.

Maka salah satu rogram di Kesbangpolda Sulut Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa adala rekrutmen kader bela negara yang merupakan gagasan pemerintahan provinsi Sulut untuk mempersiapkan masyarakat terutama Generasi Milenial menghadapi dua bentuk ancaman, yakni ancaman militer dan nirmiliter.

“Meski kita adalah negara yang cinta damai akan tetapi tiap warga masyarakat harus selalu siaga terhadap ancaman pademi Covid 19 dan ancaman terhadap degradasi moral secara bersama dan bergotong royong untuk mendidik masyarakat terutama generasi milenial untuk ikut program kader bela negara,” terangnya.

Dia menjelaskan, Bela Negara itu membentuk disiplin pribadi, nanti bisa membentuk displin kelompok dan membentuk disiplin nasional. Hanya negara yang disiplin akan menjadi negara yang besar.

Setiap warga provinsi Sulut memiliki hak dan kewajiban selama hidup di tanah tercinta. Selama ini, banyak orang hanya menuntut haknya saja, sementara kewajiban tidak pernah ditunaikan. Oleh karena itu, dengan ikut serta sebagai kader bela negara, maka itu termasuk sebagai pemenuhan kewajiban terhadap negara.

“Kader bela negara bukan wajib militer, namun sebagai hak dan kewajiban yang perlu disiapkan dengan baik,” ujar Liow.

Tujuan pembentukan kader bela negara adalah untuk mendisiplinkan anak-anak muda Indonesia termasuk Milenial di Sulawesi Utara
Kader Bela negara adalah yang program bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan (Kodam XIII Merdeka) dengan tujuannya untuk disiplinkan anak-anak muda (siswa SMA/SMK, mahasiswa dan generasi milenial).

“Seperti Revolusi Mental dan membuat kita lebih aware terhadap masalah narkoba, terorisme, dan masalah lainnya,” imbuhnya.

Setelah rekrutmen kader bela negara, tambah Liow, maka mereka secara bertahap akan mengikuti program pelatihan kader bela negara akan digembleng pelatihan fisik dan psikis di tempat pendidikan dan pelatihan, yang kerja sama dengan Kodam XIII Merdeka dan Korek serta Kodim setempat. Dengan standardisasi kurukulum dari kementerian pertanahan, dan sesuai aturan bela negara berdasarkan UU Pertahanan, jadi ada kewajiban bela negara yang dilaksanakan dengan pendidikan dan penyadaran bela negara.

Akhirnya Kader Bela Negara yang sudah direkrut dan dilatih akan mendapattkan pembinaan dan tercatat di Kesbangpolda Sulut.

“Salam Bela Negara, Indonesia Maju, Sulut Hebat,” tutupnya semangat. (Ferry/*)