Sulut Masuk Peta Paling Rawan di Pilkada 2020, Ini Kata Taufik Tumbelaka

oleh
TAUFIK MANUEL TUMBELAKA, Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut

Loading

TAUFIK MANUEL TUMBELAKA, Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut
TAUFIK MANUEL TUMBELAKA, Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut

 

MANADO, MediaManado.com – Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Taufik Manuel Tumbelaka mengatakan, masuknya Sulawesi Utara dalam radar peta Polri sebagai salah satu dari 3 Provinsi yang paling rawan di Pilkada 2020, disebabkan oleh beberapa hal.

Selain itu , Kota Bitung dan Kota Tomohon, juga masuk dalam radar peta rawan di Pilkada 2020.

Menurut Taufik Manuel Tumbelaka, telah terjadi gejolak akibat dinamika liar, salah satu penyebab yang paling utama karena sikap para elite politik.

“Elite, baik itu Rulling Class ataupun Strategic Elite, gagal menjaga suasana kebatinan ‘anak buahnya’, pengikutnya, simpatisannya dll.
Gejolak di akar rumput pada umumnya tidak serta merta terjadi, namun itu buah dari para oknum Elite dan Middle Class ,” ungkap Tumbelaka, Selasa (04/02/2020) pagi.

Untuk itu, dia menilai, perlu adanya kesadaran yang tinggi dan segera berbenah dalam menyikapi kondisi dan situasi di lapangan, terlebih pada akar rumput.

“Solusinya, perlu kesadaran dan komitmen politik dari para Elite di Sulut untuk mengedepankan etika politik,” ucap Tumbelaka.

Putra Gubernur Pertama Sulut FJ Tumbelaka inipun mendorong para Elite untuk mengedepankan etika politik secara benar pada tataran proses dan bukan hasil.

“Dalam politik, sejatinya yang terpenting adalah proses, bukan hasil akhir,” tandas Tumbelaka.

“Sulawesi Utara Rumah Kita Bersama,” tutupnya.

Seperti diketahui, Polri telah membuat Indeks Potensi Kerawanan (IPK) di Pilkada Serentak 2020.

Berdasarkan hasil itu, tiga provinsi dinyatakan paling rawan dalam Pilgub 2020.

“Sementara ini berdasarkan IPK sudah di-rangking. Untuk pilkada gubernur itu ada tiga, di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Selatan, itu yang tinggi,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020), seperti dilansir dari DetikNews.com.

Polri juga sudah menentukan wilayah dengan potensi kerawanan tinggi. Tangerang Selatan dikategorikan rawan dalam Pilwalkot.

“Pilkada bupati kerawanan tinggi, seperti Nabire, Keerom Papua, Timor Tengah Utara, Manggarai Barat, dan Sumba Barat, Tojo Una Una di Sulteng, dan Musi Rawas Utara di Sumsel,” ungkap Asep.

“Pilkada Walikota kerawanan tinggi ini ada di Tomohon dan Bitung di Sulut dan Tangsel Banten,” imbuhnya.

Polri juga sudah menyiapkan rencana pengamanan untuk pilkada serentak itu. Sebanyak 200 ribu personel disiapkan untuk wilayah seluruh Indonesia.

“Saat ini sudah disusun kekuatan oleh Polri, kurang-lebih 200 ribu personel mengamankan di 270 wilayah tersebut,” pungkasnya. (Ferry/*)