
Provinsi Sulawesi Utara hingga saat ini menjadi salah satu daerah di Indonesia yang tetap menjaga kerukunan hidup beragama dan hal ini menjadi tanggungjawab bersama baik masyarakat, tokoh agama maupun pemerintah.
Hadirnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah bertujuan untuk membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.
Dengan begitu, FKUB di Provinsi Sulut ikut berperan penting menjalankan marwahnya, membangun, memelihara dan memberdayakan umat beragama dari 6 agama di Sulut demi kerukunan dan kesejahteraan umat. Sehingga tugas FKUB dalam menjalin komunikasi dengan para pemuka agama, sangatlah penting agar para pemuka agama inipun terus memberikan pencerahan kepada umat mereka masing-masing.
FKUB di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota di Sulut, terus memainkan peran secara benar dalam membentuk komunikasi yang kontinyu.
Kerukunan para pemeluk agama yang beragam inipun menjadi role model sebuah masyarakat yang harmonis dan saling menghargai antar satu pemeluk agama dengan yang lain.
Selain komunikasi yang lancar dengan para pemuka agama, kesadaran umat terhadap kehidupan harmonis sekalipun berbeda latar belakang, terus ditingkatkan dan dirawat. Sehingga ‘berbeda itu ternyata indah‘ dan bukan menjadi pemecah kehidupan umat.
Kondisi yang baik ini tidak saja dirawat pemuka agama, umat yang dimediasi FKUB, akan tetapi peran pemerintah daerah pun benar-benar terlihat dalam merawat kodusifitas daerah.
Kondusifitas daerah inipun menjadi modal ‘trust‘ pemerintah pusat untuk mengucurkan berbagai bantuan melalui program pembangunan.
Hanya saja yang menjadi catatan penting, yakni bagaimana pemerintah daerah tetap memperhatikan sumbangsih para pemuka agama dalam merawat kerukunan di tengah masyarakat Provinsi Sulut, secara khusus memperhatikan kesejahteraan para pemuka agama melalui APBD setiap daerah, baik Provinsi, Kabupaten maupun Kota.
Tidak bisa dipungkiri, hingga saat ini kerukunan hidup beragama di Provinsi Sulut terbilang menjadi panutan bagi daerah lain di Indonesia.
Apalagi filosofi ‘Torang Samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan‘ telah meresap dalam sanubari setiap warga Sulut.
Merawat kerukunan itu bukan hal yang mudah, makanya hal itu menjadi tanggungjawab kita bersama. (Fer)





