MANADO, MediaManado.com – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memiliki arah kebijakan pembangunan ekonomi secara terpadu dengan target makro ekonomi yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Semua target dan pencapaian kinerja ekonomi secara makro, muaranya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” kata Gubernur Sulut yang diwakili Asisten III Setda Pemprov Sulut, Dr Fransiskus Manumpil saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat (28/11/2025).
Arah kebijakan Pemprov Sulut di bidang ekonomi menjadi salah satu sasaran demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan ini, Gubernur melalui Asisten III Fransiskus Manumpil, memperlihatkan optimistis Pemprov Sulut untuk tahun 2026.
“Pertumbuhan ekonomi akan berada pada angka 6,05 %- 7,05 %. Sedangkan inflasi dapat dikendalikan pada angka 3% dengan target Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang bisa ditekan pada 5,53% – 4,86%,” kata Manumpil.
Sementara, angka kemiskinan dapat diturunkan sampai pada 5,82% – 5,42%.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga pada angka 77,06%. Selanjutnya, Rasio Gini pada kondisi yang baik yaitu di angka 0,338 % – 0,351%.
“Capaian dapat terealisasi dengan catatan saling bersinergi, mendukung, menjaga kebersamaan di daerah. Selain itu, ada sejumlah program yang ditetapkan pada 2026, dengan prioritas pada pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM, pengembangan pariwisata dan budaya berbasis kearifan lokal serta peningkatan ekonomi dan investasi daerah,” urai Manumpil.
Dengan pelaksanaan PTBI 2025, Pemprov Sulut berharap kerjasama ini akan terus berjalan demi membangun daerah di sektor ekonomi.
Apalagi, menghadapi era persaingan global, maka Pemprov Sulut tetap menjaga pertumbuhan ekonomi. (Ferry)





