Temui Pengungsi Warga Kawanua di Sentani, Hari Ini Tim Kemanusiaan ODSK Menuju Wamena

oleh
Suasana para pengungsi warga asal Sulawesi Utara di penampungan Sentani Kabupaten Jayapura, Papua.

Loading

Suasana para pengungsi warga asal Sulawesi Utara di penampungan Sentani Kabupaten Jayapura, Papua.
Suasana para pengungsi warga asal Sulawesi Utara di penampungan Sentani Kabupaten Jayapura, Papua.

 

PAPUA, MediaManado.com – Tim Kemanusiaan ODSK, Sabtu (05/10/2019) hari ini, rencananya akan bertolak menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya Papua untuk meninjau warga Kawanua yang masih berada di lokasi kerusuhan guna memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Tim Kemanusiaan ODSK ini telah bertolak pada pagi hari dari Bandara Sam Ratulangi Manado, dan tiba di Bandara Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, Jumat (04/10/2019) siang.

Misi kemanusiaan ODSK ini merupakan wujud kepedulian Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK) terhadap warga Kawanua yang terdampak kerusuhan di Wamena, Papua yang terjadi beberapa waktu lalu.

Diketahui, kerusuhan di Wamena Papua telah mengakibatkan terjadinya gelombang pengungsi yang sangat besar, dimana warga pendatang ingin keluar dari Wamena, akibat trauma dengan kejadian kerusuhan tersebut, termasuk warga asal Sulawesi Utara.

IMG-20191004-WA0065

 

Tim Kemanusiaan ODSK yang diterbangkan ke Papua terdiri atas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Drs. Joy Oroh, Kepala Badan Kesbang Drs. Meky Onibala MSi dan Kepala Biro Pemerintahan DR. Jemmy Kumendong MSi bersama Pejabat dari Dinas Sosial untuk meninjau, sekaligus membawa bantuan kepada para pengungsi.

Ketika tiba di Bandara Sentani, Tim Pemprov dijemput oleh para pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) di Papua bersama dengan ormas adat Minahasa dan langsung diarahkan menuju lokasi pengungsian di Dunlop Sentani.

Terdapat sekitar 75 orang pengungsi di tempat ini, dan Tim Kemanusiaan ODSK melakukan dialog untuk mendapatkan masukan secara langsung, hal apa yang dibutuhkan dan menyentuh langsung para pengungsi.

Dari dialog yang dilakukan, ternyata yang dibutuhkan adalah bagaimana caranya para pengungsi yang masih berada di Wamena untuk keluar, karena banyaknya pengungsi yang menunggu list, makanan dan pakaian serta kebutuhan untuk pulang ke Manado.

Mereka merasa tidak kondusif lagi untuk tinggal di Wamena. Masukan tersebut ditampung dan didiskusikan untuk kemudian akan ditindaklanjuti.

Disamping pengungsi yang ditampung saat ini, juga banyak pengungsi yang ditampung langsung oleh keluarga masing – masing, bahkan ada yang sudah melanjutkan perjalanan pulang ke Manado.

IMG-20191004-WA0066

 

Tim Kemanusiaan ODSK juga berkunjung ke lokasi penampungan pengungsi asal Sulut di Kehiran Sentani.

Memang, kerusuhan yang terjadi di Wamena berawal dari unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019).

Demonstran bersikap anarkis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu, diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto menyatakan bahwa korban tewas berjumlah 33 orang. (Ferry/*)