Tenaga Medis Dilatih Gunakan Rapid Test, dr Dandel: Kami Mohon Dukungan Moril Bagi Tenaga Medis

oleh
Jubir Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel MPH

Loading

Jubir Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel MPH
Jubir Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel MPH

 

MANADO, MediaManado.com – Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara melatih para tenaga medis, baik Dokter, Petugas Analis Laboratorium dan Perawat dari sejumlah Rumah Sakit untuk penggunaan alat Rapid Test Covid-19.

“Sepanjang hari ini, kita sudah melatih para Dokter, Petugas Analis Laboratorium dan Perawat dari 11 Rumah Sakit untuk pengambilan darah dalam rangka pemeriksaan Rapid Test Covid-19,” kata Jubir Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel MPH saat Konferensi Pers di Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, Sabtu (28/03/2020) malam.

Menurut dr Steaven Dandel alat Rapid Test hanya dapat digunakan oleh tenaga profesional dalam pemeriksaan Covid-19 dan bukan dilakukan oleh masyarakat awam.

“Jadi penggunaan alat Rapid Test Covid-19 ini harus dilakukan oleh tenaga profesional. Tidak diijinkan digunakan oleh masyarakat awam, karena ada teknik pemeriksaan yang harus dipatuhi,” tandas Dandel.

Hal itu juga ikut direkomendasikan sejumlah organisasi profesi. Apalagi, tindakan interpretasinya harus dilakukan oleh dokter.

Dia menambahkan alat Rapid Test ini telah didistribusikan ke sejumlah rumah sakit rujukan dan rumah sakit penunjang di Sulut, diikuti kriteria dan tata urutan prioritas pemeriksaan.

IKLAN BAWASLU
IKLAN BAWASLU

“Rapid Test ini diprioritaskan untuk pemeriksaan pada Orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kedua, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP). Ketiga, para Tenaga Kesehatan yang berada di garda terdepan yang setiap hari berhadapan dengan orang sakit. Kemudian, Rapid Test ini juga diprioritaskan bagi pemeriksaan pada Orang Tanpa Gejala tapi terkonfirmasi berada dekat dengan orang positif Covid-19,” terang Dandel.

 

 

Tata urutan dan kriteria prioritas penggunaan Rapid Test inipun patut disosialisasikan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan di Kabupaten dan Kota, dan Rumah Sakit agar masyarakat bisa memahaminya.

“Jadi untuk saat ini, Rapid Test Covid-19 digunakan sesuai urutan prioritas pemeriksaan. Hal ini harus disosialisasikan agar bisa tahu, siapa saja yang berhak diperiksa pertama. Nanti pada berikutnya, barulah kami perluas cakupan pemeriksaannya,” tutur Dandel.

Selain itu, Jubir Covid-19 Provinsi Sulut inipun menyampaikan Rumah Singgah yang disiapkan Pemprov Sulut di BPSDM sudah 99 %, bahkan petugas jaga dan petugas pengawasan sudah ditempatkan di sana.

Sedangkan produksi Hand Sanitizer berbahan dasar Cap Tikus tinggal menunggu ijin edar dari lembaga terkait.

“Untuk pengedarannya di masyarakat, ada Gugus Tugas Satuan Covid-19 yang ditunjuk melakukan hal itu,” ucap Dandel.

Sementara terkait Update Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sabtu, 28/03/2020) terdapat 370 ODP (Orang Dalam Pemantauan), 17 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 1 Positif Covid-19 yang masih dirawat di Ruang Isolasi.

“Update pada hari ini bahwa tidak ada penambahan kasus baru, kasus untuk terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Utara. Jadi tetap dua, dimana yang satunya sudah terkonfirmasi NEGATIF sesuai hasil pemeriksaan dua kali di laboratorium, tetapi kemudian oleh penyakit yang lain, yang bersangkutan meninggal. Dan yang satu positif Covid-19, masih di ruang isolasi,” kata Dandel.

Untuk status PDP, bertambah 1 Orang dari sebelumnya hanya 16 PDP. “Sekarang ketambahan satu, sehingga total PDP jadi 17 Orang. Saat ini yang satu PDP ini dirawat di RS Wolter Mongisidi Manado,” ungkapnya.

Di akhir Konferensi Pers, dr Steaven Dandel minta masyarakat Sulawesi Utara memberikan dukungan moril bagi para tenaga kesehatan yang kini berjuang menghadapi para pasien yang kini dirawat dan diisolasi di beberapa rumah sakit.

“Kami mohon dukungan moril masyarakat. Kritik dan saran kami terima, tapi saat ini kami mohon jangan dulu saling menyalahkan. Kami memiliki keterbatasan, namun kami berupaya melakukan yang terbaik bagi masyarakat. Saat ini kami, paramedis butuh dukungan moril dari anda. Kita bisa lalui kondisi ini bersama, yang penting kita bersatu hati dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di darrah ini,” ungkap dr Steaven Dandel. (Ferry)