
BERLIN – MediaManado.com – Kanselir Jerman, Angela Merkel keukeuh akan ketetapan sejarah soal pembantaian bangsa Yahudi atau “Holocaust”.
Merkel tak ingin mengubah sejarah dengan mengamini Teori Holocaust yang sebelumnya dilontarkan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.
Sebelumnya, Netanyahu menyatakan bahwa otak dari pembantaian enam juta bangsa Yahudi pada Perang Dunia II, bukan Der Führer Adolf Hitler, sang pemimpin Nasionalis-Sosialis (Nazi).
Netanyahu malah “menunjuk hidung” Mufti Besar Palestina, Amin al Husseini, sebagai otak Holocaust. Netanyahu menyatakan, Der Führer hanya sekadar minta saran ketika membicarakan soal Yahudi pada sang mufti.
Menanggapi hal itu, Merkel pun mengeluarkan pernyataan bantahan. “Kami orang Jerman, tak melihat alasan apapun untuk mengubah pandangan kami tentang sejarah,” ujar Merkel, sebagaimana dilansir HuffingtonPost, Sasbtu (24/10/2015).
“Saya bisa katakan bahwa sudah sangat jelas pada pikiran kami, tentang tanggung jawab perlakuan para tentara (Jerman) dengan warga sipil (Yahudi). Kami menaati tanggung jawab kami sebagai orang Jerman terhadap hal itu (Holocaust),” tandasnya.
EDITOR : INYO. R.






