Terkait Tindak Kekerasan yang Nyaris Menewaskan Siswa SD Don Bosco, DPRD Bitung Gelar RDP

oleh

Loading

BITUNG, Mediamanado.com – Bertempat di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung, diadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan kekerasan yang dialami salah seorang siswa SD Don Bosco Bitung  berumur 8 Tahun anak dari Wakil Ketua DPRD Bitung Ronald Gunawan Kansil, Kamis (29/8/2025) pukul 15,00 Wita.

Rapat di ikuti Ketua DPRD Bitung Vivi Ganap, di dampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bitung Ronald Gunawan Kansil, dan Angota DPRD Bitung Imran Lakodi, juga dihadiri perwakilan Kepala Sekolah SD Don Bosco Bitung, Kepala Sekolah SMP Kolombo, Kasat Pol PP Bitung, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bitung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bitung.

RDP ini dilatarbelakangi oleh seorang siswa berusia 8 tahun duduk di bangku kelas 3 SD Don Bosco Bitung yang menjadi korban pemalakan serta pemukulan. Tak hanya itu, korban berusi 8 Tahun ini, nyaris terkena hantaman panah wayer ketika dilontarkan salah satu pelaku.

Diketahui, kejadiaan naas hampir merenggut nyawa seorang siswa SD ini terjadi ketika korban meminta izin ke toilet pada saat jam pelajaran berlangsung. Sadisnya juga ke-empat pelaku melakukan pemalakan serta penganiayaan dalam lingkungan Sekolah Don Bosco tersebut berasal dari siswa sekolah lain yang diketahui adalah siswa SMP Kolombo Bitung.

Dalam RDP, Wakil Ketua DPRD Bitung Ronald Gunawan Kansil menyesali kejadian bisa berlaku kepada anaknya sendiri yang masih di dibangku kelas tiga SD.

Ronald menyampaikan kekecewaannya terkait sistem pengamanan baik cctv dan security yang ada di lingkungan sekolah Don Bosco Bitung, dimana sebagai salah satu Sekolah Swasta ternama di Kota Bitung.

Apalagi, tambahnya, peristiwa terjadi saat masih jam sekolah berlangsung sementara para guru – gurup pun, ketika dikonfirmasi hal tersebut tidak tau menau adanya kejadian itu. Malah menuduh mengadah ngadah.

“Saya jengkel ketika mempertanyakan kenapa ada siswa lain masuk dalam halaman sekolah Don Bosco dan kemudian melakukakan penganiayaan kepada anak saya di sekolah ini. Bahkan juga saya kesal, ada oknum guru menyampaikan bahwa korban anak saya terlalu mengada ngada, bawasanya seakan akan tidak ada penganiayaan yang terjadi di Sekolah ini. Naluri seorang ayah, sangat tidak mungkin ketika anak saya mengeluh kepada saya bahwa dia dipalak dipukul dan hampir terkena panah dan itu bohong,” ujar Ronald

Ia pun mendesak pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Bitung untuk bertindak tegas dalam hal ini,” Pihak Sekolah SMP Kolombo Bitung wajib memberikan pembinaan kepada para pelaku yang kelihatan tidak merasa bersalah karena mereka merasa masih dibawah umur, dan edukasi kepada orang tua agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata Ronald.

Ia menyebut bahwa, kasus ini harus menjadi yang terakhir dan pelaku harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Sekolah dan orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

“Iya, kalau dibiarkan seperti ini tidak menutup kemungkinan penganiayaan dan pemalakkan bisa terjadi pada siswa lainnya, maka dalam hal ini saya meminta tegas pengamanan di Sekolah khususnya Sekolah Don Bosco dipeketat, baik pintu masuk dan juga dalam dan luar lingkungan Sekolah,” tegas Ronald.

Senada disampaikan, Anggota DPRD Kota Bitung Imran Lakodi, dengan adanya kejadian ini pihak dinas terkait dapat memberikan surat edaran sistem pengawasan kita saat ini tidak baik terhadap dunia pendidikan di Kota Bitung baik SD SMP dan SMA, jangannanti  ada kejadian baru dilakukan pencegahan.

“Pengawasan ini harus kita tingkatkan, baik penggunaan hp, kendaraan bermotor, karena penggunaan hp ini memicu adanya undangan undangan siswa lain untuk masuk ke Sekolah itu, dan kemudian kendaraan bermotor ini juga bisa terjadi hal hal yang tidak kita inginkan bersama,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung Fonny Tumundo saat RDP berpangsung, mengaku tidak tau adannya kejadian tersebut,”Saya diundang RDP dan baru tau kejadianya saat ini, dan kejadian ini sangat-sangat tidak baik sekali, kenapa bisa ada tindak kekerasan di dalam ingkungan sekolah swasta tersebut. Fungsi kontrolnya mana?.Mendengar hal ini saya marah. Peringatan buat Sekolah Don Bosco! Sekolah Don Bosco wajib tingkatkan sistem pengamananya, jangan sampai ada korban lagi,” tegas Tumundo.

Menyikapi hal itu, perwakilan Sekolah Don Bosco Bitung menjelaskan, ketika kejadian kaedaan listrik dalam keadaan padam sehingga beberapa titik cctv tidak berfungsi. Meski demikian pihak Sekolah pun meminta maaf terkait pengawasan dalam hal ini kekurangannya security.

“Kami meminta maaf Pak. Benar keaadan listrik itu padam, kira – kira pukul 8 lewat hingga sore hari sehingga cctv tidak berfungsi. Saya wali kelasnya Jason ‘Korban’ pak, benar saat jam pelajaran Jason meminta izin ke toilet namun ketika balik Jason tidak menyampaikan apa yang terjadi kepada dirinya, dan sampai jam istirahat berlangsung jason kelihatan ceria bermain bersama teman – teman seperti sediakalanya, begitu pak. Makanya di pikiran saya tidak ada hal yang terjadi seperti apa yang dibahas dalam RDP ini. Terimakasih Pak,” tutur Wali Kelas.

Rapat Dengar Pendapat berakhir pada pukul 18,00 Wita dengan khusyuk dan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *