Manado, MediaManado – Kejadian menarik terjadi ketika rapat Paripurna DPRD Sulawesi Utara yang digelar di Ruang Paripurna Kantor DPRD Sulawesi Utara, Rabu (15/4) siang.
Menjelang usai Pembahasan sejumlah agenda, dan Ketua DPRD Andrei Angouw Hendak menutup rapat, tiba-tiba mendapat interupsi dari anggota Fraksi Demokrat Netty Agnes Pantouw.
Dalam pernyataannya, Pantouw menyampaikan hendak meneruskan aspirasi masyarakat Mapanget yang melakukan penolakan terhadap Rumah Singgah yang akan diberlakukan di wilayah Mapanget. Dalam penyampaian tersebut NAP masih memyebut-nyebut nama anggota dewan yg tidak sepakat terhadap aspirasi penolakan rumah singgah yang akan dibuat pemerintah. Hal ini mendapat interupsi dari Sandra Rondonuwu agar ibu Netty tidak lagi mengulang-ulang hal yang telah dibahas
Mendengar ini, tampaknya NAP tidak terima dan langsung melontarkan perkataan yang kasar kepada Sandra Rondonuwu arogan dan brengsek hingga pimpinan rapat langsung menutup sidang Paripurna yang berakhir dengan sedikit adanya keributan.
Menanggapi umpatan Pantouw, Saron saat ditemui usai rapat hanya tersenyum dan dengan tenang menanggapi ringan.
“Saya tidak ambil hati, karena saya sudah biasa dimaki-maki oleh orang yang tidak sepaham. Buat saya langkah pemprov itu sudah tepat, demi kepentingan kita bersama. Saya juga doakan ibu Netty supaya sehat dan diberkati oleh Tuhan,”ujarnya sambil berlalu.(***)






