
MANADO, MediaManado.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera membentuk suatu Badan Pengawas bagi para Guide (pemandu) Pariwisata di daerah.
Pembentukan Badan Pengawas Guide Pariwisata ini dimaksud untuk meminimalisir dan mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan dan dialami para turis selama berwisata di daerah Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara.
Selain itu, Badan Pengawas ini diadakan guna menertibkan para guide amatiran yang tidak memperhatikan dan mengutamakan keselamatan bagi para turis.
“Saya sudah koordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulut bahwa kita akan membentuk suatu Badan Pengawas bagi guide. Ini sangatlah penting untuk keselamatan para turis, terlebih bagi turis yang melakukan aktivitas penyelaman atau snorkeling,” kata Gubernur Olly di Kantor Gubernur, Sabtu (15/06/2018) malam.
Menurut Gubernur Olly, para guide pariwisata diwajibkan memiliki dan mengikut SOP (Standard Operating Procedure) saat melayani dan mendampingi para turis yang melakukan aktivitas, khususnya wisata bawah air atau penyelaman baik di Taman Laut Bunaken, maupun di sejumlah spot penyelaman yang tersebar di Sulut.
“Kalau para turis ini gunakan guide amatiran dan tidak mengikuti SOP, maka pasti tidak ada safety ketat. Ini yang akan kita tertibkan. Padahal keselamatan bagi para turis saat melakukan penyelaman, sangat diutamakan,” ujar Gubernur Olly.
Selain itu, Orang Nomor Satu di Sulut ini meminta kepada agen travel dan tour untuk memberikan kenyamanan bagi para turis selama berada di daerah ini.
Diketahui, peristiwa terakhir dialami seorang turis asal China bernama Xie Wei, yang diduga meninggal saat melakukan snorkeling (penyelaman) dan saat sesi foto bawah air di Taman Laut Bunaken, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa tanggal 11 Juni 2019.
Perempuan kelahiran Chongqing 19 Agustus 1987 itu, mengalami peristiwa yang tidak diinginkan saat melakukan snorkeling. Korban melepaskan jaket safety. Selang beberapa saat ketika akan naik ke permukaan air, korban tidak bisa naik lagi karena pingsan.
Peristiwa ini menjadi tanda awas bagi para guide pariwisata, khususnya guide wisata bawah air, untuk mengutamakan keselamatan bagi para turis saat menyelam di taman laut.
Pemprov sendiri segera membentuk suatu Badan Pengawas bagi para guide, karena arus kunjungan turis ke daerah ini terus melonjak.
Lihat saja, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen. Padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen.
kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2015 yang mencapai 38,400 orang, wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 1.070.681 orang. Dan pada 2017 tercatat sebesar 86.976 wisman dan 1.658.523 wisnus.
Peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2018, untuk wisman yang berkunjung mencapai 127.879 orang dan wisnus 1.958.899 orang. (Ferry)





