Terungkap di Reses Gerrit Luntungan: Sampah di Likupang (Kota) Masih jadi Persoalan Klasik

oleh
Tumpukan Sampah di drainase samping kantor Hukum Tua Desa Likupang 2.

Loading

MINUT, Mediamanado – Masa Reses persidangan I tahun sidang ke IV tahun 2022, Anggota DPRD Gerrit Luntungan berlangsung di kantor Hukum Tua Desa Likupang 2, Jumat (02/12/22) lalu.

Banyak hal yang disampaikan konsituen kepada sekertaris Fraksi PDIP ini saat turun ke lapangan menyerap aspirasi. Salah satunya yang masih menjadi momok adalah sampah yang berserakan dan masih menjadi persoalan klasik yang perlu mendapat perhatian serius oleh semua pihak. Utamanya keseriusan pemerintah dalam hal pengangkutan dan penyediaan tempat pembuangan akhir atau TPA.

“Persoalan sampah masih menjadi masalah serius. Memang, tanggung jawab ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah, pun demikian masyarakat turut memiliki andil untuk penyelesainnya. Namun, masyarakat mengeluhkan soal tidak adanya kendaraan angkutan sampah dan TPA,” kata Gerrid.

Sampah-sampah masyarakat yang berserakan di drainase.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa khusus di Likupang perkotaan atau di wilayah terminal dan pasar, beberapa waktu lalu ada kendaraan angkutan. Namun entah mengapa sekarang sudah tidak lagi terlihat pengoperasiannya.

“Tentu akan kami pertanyaankan ke pemerintah kecamatan bahkan Pemkab dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup terkait angkutan sampah di Likupang. Meski begitu juga, kalau tidak ada TPA dan rutin pengangkutan masalah sampah masih tak akan kunjung tuntas,” jelasnya sembari menyebut meski masyarakat dan pemerintah desa bergotong royong melakukan upaya pembersihan namun kalau hilirisasinya tidak ada ada, maka akan percuma.

 

Proyek drainase Miliaran Rupiah yang terkesan asal-asalan di Likupang.

Hal lain aspirasi yang didapat adalah terkait lampu jalan dan drainase. Meski diakui, terdapat proyek drainase yang sementara dibangun menggunakan APBD Minut tahun anggaran 2022 dan kini sementara dikerjakan. Tetapi, proyek tersebut dikeluhkan lantaran selain rendah dari dasar dan tampak tidak beraturan (miring-miring).

“Lampu jalan dikeluhkan karena banyak yang sudah tidak berfungsi. Soal drainase ini di beberapa jaga Desa Likupang 2, sudah dibangun namun terlalu rendah dan terkesan pekerjaan asal-asalan. Kalau hujan sedikit saja, genangan air sudah mulai nampak di daratan. Tentu apa yang menjadi keluhan warga akan kami perjuangkan untuk boleh diperhatikan pemerintah daerah,” ujarnya.

Papa proyek drainase.

Kepala Dinas PUPR Noldy Kilapong ketika dikonfirmasi terkait proyek drainase Miliaran Rupiah di Likupang, bahwa sudah diberikan teguran kepada pelaksana proyek. “Kami sudah sampaikan kepada kontraktor, bahwa pekerjaan tersebut akan dibongkar dan akan dibangun lagi,” jelasnya kepada mediamanado.com baru-baru ini. (**)

Penulis: Sweidy Pongoh