Tim Katekese Paroki Kokoleh Dapat Pembekalan Seputar Liturgi 

oleh

Loading

 

MINUT, Media Manado.com – Tim Katekese Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh memperoleh pembekalan seputar Liturgi Ekaristi Kudus dan Liturgi Sabda. Pembekalan ini diberikan Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Manado, Pastor Stenly Pondaag MSC bertempat di Aula Paroki, Sabtu (28/02/2026) siang.

Menurut Pastor Stenly Pondaag MSC, Tim Katekese Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman mendasar pada umat seputar Liturgi Ekaristi Kudus.

Pastor Stenly Pondaag MSC, Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Manado, Dosen Liturgi STF Seminari Pineleng selaku pemateri, Sabtu (28/02/2026) foto: Ferry.

 

“Untuk itu, Tim Katekese Paroki perlu memahami dan menyampaikan secara benar dan mempraktekkan apa yang diajarkan Gereja Katolik soal liturgi dalam Perayaan Ekaristi,” kata Pastor Stenly Pondaag MSC.

Dosen Liturgi pada Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STF-SP) ini mengajak Tim Katekese Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh untuk membenahi praktek yang kurang tepat yang dilakukan oleh umat saat mengikuti Perayaan Ekaristi.

Tata Perayaan Ekaristi (TPE)

Dalam praktek liturgi, Gereja Katolik telah menyusun Buku Tata Perayaan Ekaristi (TPE)  baik untuk Imam maupun Umat TPE tahun 2020. Dalam buku itu, umat diberikan petunjuk, praktek, simbol dan arti dari setiap bagian dalam liturgi, agar ada keterlibatan dan partisipasi umat selama Perayaan berlangsung.

Tim Katekese Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh saat mengikuti pembekalan seputar Liturgi oleh Pastor Stenly Pondaag MSC

 

“Di dalamnya, ada tata gerak liturgi sejak pembukaan hingga berkat penutup. Didahului dengan Tanda Salib, sikap berdiri, berlutut, duduk, mengatupkan tangan, semuanya ada artinya mengarah pada spiritualitas penghayatan terhadap liturgi,” ujar Pastor Stenly Pondaag MSC.

Demikian pula dengan lagu-lagu liturgi yang tematis, lagu Misa; lagu pembukaan hingga penutup, yang diatur sebagaimana berlaku dalam liturgi Gereja Katolik. Selain itu, Altar dan Ambo serta Mimbar Bacaan digunakan sesuai pemanfaatannya, baik oleh Imam maupun Pemimpin ibadah yang berasal dari kaum awam. Termasuk asesoris dan hiasan bunga di seputar Altar.

“Bunga tidak boleh menutupi Altar. Altar harus transparan dan mudah dilihat Umat. Hal-hal ini patut disampaikan kepada umat,” tandasnya.

Pakaian Liturgi

Sementara untuk pakaian liturgi bagi Lektor, menggunakan Alba, termasuk Pemimpin Liturgi Sabda oleh kaum awam.

“Apalagi saat memimpin ibadah yang melibatkan umat dari agama lain. Gunakan pakaian liturgi,” ujar Pastor Stenly Pondaag MSC.

Sedangkan gerak liturgi penumpangan tangan dan pemberian berkat dengan tanda salib besar oleh pemimpin ibadah yang berasal dari kaum awam, tidak diperkenankan.

“Karena penumpangan tangan dan pemberian berkat dengan tanda salib besar, hanya dilakukan oleh Imam,” imbuhnya.

Para peserta yang merupakan Tim Katekese Paroki diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdialog seputar Liturgi Sabda dan Ekaristi, dan realita praktek liturgi oleh umat Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh.

Mengakhiri pembekalan seputar Liturgi, Pastor Stenly Pondaag MSC mengajak Tim Katekese untuk terus memberikan literasi kepada umat. (Ferry)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *