MINSEL, MediaManado.com – Sejak bergulirnya program Pemerintah Pusat untuk Vaksinasi mulai dari tingkat pusat hingga ke tenaga kesehatan dan ke masyarakat umum, Tim Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minsel melalui Dinas Kesehatan kabupaten Minahasa Selatan yang dipimpin Kepala Dinas dr Erwin Schouten, melakukan suntikan vaksinasi kepada Tenaga Pengajar di lingkup Kecamatan Motoling Timur.
Vaksinasi juga dilakukan bagi pelayan publik dan ASN yang bertugas di Kantor Camat Motoling-Timur.
Menurut Kepala Puskesmas Motoling Timur, Jufry Mondigir S,Kep, pihaknya sudah melakukanĀ Vaksinasi Covid-19 untuk tahap pertama bagi Tenaga Pengajar dan Pelayanan Publik, termasuk ASN di lingkup kerja Kantor Camat Motoling Timur, Selasa (20/04/2021).
“Sebelum dilakukan vaksinasi, kami dari Tim Kesehatan selalu melakukan screening dengan ketat terlebih dahulu kepada yang akan divaksin. Apabila semua memenuhi syarat, maka langsung dilakukan vaksinasi,” ungkap Jufry.
Untuk sementara ini, tambah Jufry, baru dilakukan suntikan vaksin tahap pertama untuk Tenaga Pengajar dan Juga Hukimtua dan ASN di lingkup Kerja Kecamatan Motoling.
Selain itu, suntikan tahap kedua bagi ASN, Pelayan Publik dan Tokoh Agama.
“Dan selalu kami ingatkan bahwa dalam melakukan screening atau divaksin selalu diingatkan tetap menjaga Protokoler Kesehatan memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” tandasnya.
Hasil Vaksinasi Tahap Kedua, sebanyak 47 orang dan yang belum divaksin tahap kedua ada 14 Orang dengan alasan sakit dan nanti akan menyusul.
Sementara untuk tahap ke 3 ini, jumlah vaksin yang diterima ada 100 dosis, dan yang divaksin pada tahap pertama ada 33 orang dan yang terpakai berjumlah 80 orang dan sisa vaksin ada 20 dosis.
Pada tahap ketiga ini ada tiga Tenaga Kesehatan dan dua orang dari Aparat desa dan tenaga pengajar ada 29 orang jumlah di vaksin 33 orang.
“Sebagai kepala Puskesmas kecamatan Motoling Timur- Minahasa Selatan, kami akan melakukan Vaksinasi untuk semua Pelayan Publik dan Tenaga Pengajar dan kiranya ini mengurangi penyebaran virus COVID-19 dan diharuskan selalu menjaga kesehatan,” imbuhnya.
Bukan tidaknya setelah divaksin terus tidak dapat terjangkit virus, tapi prosesnya ada 14 hari untuk dites anti bodinya sudah terbentuk.
Menurut Camat Ifke Pondang SE, MM pihaknya sudah divaksin dan kiranya semua ASN dan Aparat Desa bahkan semua tenaga pengajar kiranya harus berpartisipasi dan harus divaksin.
“Mengingat kita sebagai pelayan publik yang selalu membaur dengan masyarakat,” tandas Pondaag.
(Sampel)








