Tinungki Masuk Usia Pensiun Kadis ESDM Cari Pengganti

oleh

Loading

 

IMG-20190822-WA0028

SULUT, Mediamanado.com – Posisi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulut Ir. Bach Tinungki tak lama lagi berganti. Sebab, pada bulan Oktober 2019 mendatang sudah membilang usia ke 59 tahun.
Meski masih dipercayakan oleh Gubernur dan wakil Gubernur memegang jabatan pada usai pensiun, namun sudah harus ada calon penggantinya.

Sejumlah nama dikabarkan bakal mengisi posisi kepala dinas yang sangat strategis tersebut. Sebab, Sulut memiliki potensi sumber mineral yang melimpah. Menurut Julius Randang, akademisi fakultas sosial dan ilmu pemerintahan universitas samratulangi (Unsrat), bahwa jebatan yang strategis menyangkut dengan pengelolaan sumber miner ini, harus diisi oleh pejabat yang memiliki kemampuan menghitung kalkulasi cadangan secara administrasi dan teknis di lapangan.

“Pejabat atau kepala ESDM, wajib menguasai hitungan cadangan sumber daya alam. Sehingga dalam mengeluarkan suatu ketetapan rekomendasi ijin, yang nantinya dikeluarkan oleh DPMPTSP, tidak akan berdampak pada yang namanya kerusakan lingkungan. tak kalah penting juga harus memiliki basic secara teknis dan administrasi serta menguasai lapangan,” Cetus Dosen komunikasi Unsrat ini.

Untuk itu, Randang mengingatkan kepada Gubernur, wakil Gubernur dan Sekprov agar melalui Baperjakat dapat dengan jelih memilih dan memilah calon kepala SKPD yang bisa menunjang program kerja OD-SK. “Sebaiknya jangan mengambil calon kepala SKPD dari luar. sehingga tidak lagi memulai tugas-tugas ESDM dari awal. Apalagi calon pejabat tersebut tidak menguasai teknis lapangan dan administrasi,” tambahnya.
Lebih lanjut dijelaskan Randang, sebaiknya Gubernur Olly mengangkat pejabat eselon III di Dinas ESDM, sebab pejabat disitu sudah menguasai. “Selain paham akan teknis administrasi dan lapangan, juga pada jenjeng birokrasi ada kaderisasi dan dapat mengefektifkan tugas kerja mendukung program OD-SK,” tutupnya.

Menurut Sekprov Edwin Silangen, sedikit membocorkan, agar pejabat bisa dipromosi harus tetap loyal. “Optimalkan lagi kinerja. Tapi nilai-nilai dedikasi, integritas, pengorbanan, loyalitas. Itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas pemerintahan,” tukasnya.(swp)