MANADO, MediaManado.com – Kondisi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19 tidak bisa dipungkiri begitu memukul berbagai sektor di tanah air, tak terkecuali sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara.
Hal itu diakui Ketua Kadin Sulut Jemmy Tumimomor, MT, dimana baik para pengusaha besar sampai pengusaha kecil begitu merasakan dampak Covid-19.
“Memang, salah satu sektor yang paling terdampak adalah UMKM. Dengan meluasnya wabah virus corona, hal ini justru telah meningkatkan kehilangan sejumlah besar potensi pendapatan UMKM,” kata Tumimomor, Senin (08/06/2020) sore.
Untuk itu, Ketua Kadin Sulut inipun merespon positif Surat Himbauan Gubernur Provinsi Sulut No: 518/20.6095/Sekr/tanggal 4 Mei 2020 tentang Himbauan untuk Berbelanja di Warung/Kios Tetangga yang Dikelola oleh UMKM.
“Dengan adanya himbauan dari Bapak Gubernur Sulut ini, justru sangat membantu para pelaku UMKM untuk kembali menggerakan bidang usahanya,” tandas Tumimomor.
Dia beralasan bahwa kondisi UMKM saat ini memang sangat memiriskan, bukan hanya terkendala masalah distribusi, tetapi juga masaalah modal produksi sebagai kendala besar bagi sektor UMKM.
“Saya berharap dengan dikeluarkannya himbauan Gubernur Sulut ini paling tidak ini akan memberi ruang bagi pengusaha UMKM dalam menjual barang-barangnya, yang secara otomatis dapat menghidupkan ekonomi riil di masyarakat,” tandasnya optimis.
Karena, kata Tumimomor, sejarah mencatat bahwa ketika terjadi krisis moneter pada beberapa waktu yang lalu, sektor UMKM-lah menjadi penyelamat ekonomi nasional, karena mampu menghidupkan sektor-sektor ekonomi riil dan mampu mengangkat perekonomian nasional.
“Untuk itu, atas nama Kadin Sulut kami sangat mengapresiasi himbauan Gubernur ini,” ujar Tumimomor.
Optimisme geliat sektor UMKM yang terus bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini dapat terlihat pada inovasi yang ditunjukkan Kadin Kotamobagu, yang telah melaksanakan panen perdana bawang merah.
Komoditi ini menjadi sagat mahal dan langka di masa-masa saat ini. Untuk itu Kadin Sulawesi Utara lewat koordinasi bersama Kadin Kotamobagu mampu berperan menjaga stok pangan daerah.
“Ketua Kadin Kotamobagu Muliadi Paputungan pada kesempatan itu menjelaskan, selama ini kita hanya membeli bawang merah dari daerah lain. Tapi ternyata, daerah Kotamobagu mampu menghasilkan bawang merah pada panen perdana ini, sehingga kebutuhan untuk bawang merah di Sulut dapat didistribusikan dari Kotamobagu,” terang Tumimomor.
“Bahkan untuk panen selanjutnya, bisa dijual di daerah lain, karena saat ini Kadin Kotamobagu bekerjasama degan UMKM sedang melakukan sosialisasi untuk penanaman yang lebih luas lagi,” tutur Tumimomor.
Dengan begitu, Ketua Kadin Sulut inipun optimis, UMKM di Sulut akan tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, karena ada banyak inovasi yang dilakukan UMKM yang mendapat dukungan dari Kadin dan Pemerintah Daerah. (Ferry)






