Ulas Industri Kerajinan di Hadapan Juri Lomba, Ibu Rita Siap Persembahkan Dekranas Award untuk Masyarakat Sulut

oleh

Loading

WhatsApp-Image-2019-09-04-at-08.37.47-1-768x576

 

JAKARTA, MediaManado.com – Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulut ambil bagian di ajang Dekranas Award 2019.

Ibu Rita bersaing di kategori Pembina Utama antar daerah Tingkat Provinsi. Untuk memenangi Dekranas Award, maka harus meyakinkan 5 Juri lewat presentasi dan wawancara di Rumah Kriya Asri, Gedung Dekranas, Jakarta, Rabu (04/09/2019).

Juri mengorek visi, misi, program Dekranasda dalam upaya memajukan industri kerajinan.

WhatsApp-Image-2019-09-04-at-08.37.47-2-768x576

 

Ibu Rita berkesempatan maju presentasi dan wawancara. Adapun, satu di antara juri adalah Rahardi Ramelan, Mantan Menteri Perindustrian RI.

Istri Gubernur Olly Dondokambey ini mengulas Kerajinan Sulut yakni lebih banyak ke batok kelapa, kain koffo dan kain bentenan.

Ibu Rita mengatakan, Dekranasda Sulut sudah menetapkan visi menjadi lembaga yang andal dalam mewujudkan Sulut yang berdikari dalam ekonomi.

WhatsApp-Image-2019-09-04-at-08.37.46-768x576

 

Dalam pencapaian visi tersebut maka misi pelaksanaan pembangunan industri kerajinan di Sulut adalah menjadikan SDM pengrajin yang unggul dalam mengembangkan, dan melestarikan kerajinan yang berbasis potensi daerah.

Dekranasda sebagai mitra kerja pemerintah yang bertugas membantu pemerintah melakukan pembinaan bagi IKM kerajinan.

Dalam melaksanakan fungsi tersebut, didukung dengan kepengurusan yang berjumlah 50 Orang, terdiri dari unsur pemerintah, akademisi,pengusaha dan pengrajin.

WhatsApp-Image-2019-09-04-at-08.37.45-768x576

 

Adapun Program yang dilakukan Dekranasda; Pertama, berkaitan dengan manajemen usaha, selain dilaksanakan bimtek, juga dilakukan kegiatan temu usaha dan fasilitasi pemasaran dan kerja sama dengan pengusaha lokal

Kedua, peningkatan daya saing, semisal kegiatan bimtek pengembangan wirausaha baru, fasilitasi IKM magang

“Terakhir magang di sentra pengembangan tenun di Pekalongan,” kata Ketua Tim Pembina PKK Sulut ini.

Selainitu juga dilakukan pemberian bantuan mesin peralatan, pendampingan desain produk dan kemasan.

“Kita bekerja sama dengan balai besar kerajinan di Jogja,” ujarnya.

Mempromosikan hasil karya pengrajin, di samping melakukan kegiatan pameran, juga dilaksanakan melalui kegiatan Parade Kain Khas Daerah, yang dinamakan event Kemilau Kain Khas Sulut atau Fashion Show The Beauty of Kaeng North Sulawesi.

“Kita juga bekerjasama dengan pengusaha lokal menyiapkan souvenir untuk acara-acara resmi di daerah, dan juga dengan kedutaan Jepang menyiapkan souvenir untuk acara resepsi kenegaraan,” kata dia.

WhatsApp-Image-2019-09-04-at-08.37.47-768x576

 

Adapun hasil dicapai antara lain, bertambahnya jumlah IKM kerajinan mandiri, meningkatnya permintaan produk kerajinan baik dalam dan luar negeri.

“Para pengrajin saat ini secara mandiri telah melaksanakan usahanya secara berkesinambungan, serta berinovasi membuat produk sesuai permintaan pasar,” ungkap Ibu Rita.

Tentunya, dengan mengikuti lomba ini, Ibu Rita siap mempersembahkan Dekranas Award untuk masyarakat Sulut. (*)